Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Penurunan Omzet Souvenir Sabang Pasca Banjir, Pelaku Usaha Harap Pemulihan

30 Desember 2025 18:44

Penjualan souvenir dan baju khas Sabang mengalami penurunan signifikan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026. Pelaku usaha melaporkan omzet harian turun hingga 70% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini dipicu oleh banjir yang melanda beberapa wilayah Sumatera, menghambat akses wisatawan ke Kota Sabang.

Meskipun akses darat mulai pulih, jumlah wisatawan domestik, terutama dari Sumatera Utara dan Aceh, masih rendah. Sementara itu, kunjungan wisatawan dari Malaysia justru meningkat. Pelaku usaha berharap pemerintah segera memperbaiki infrastruktur dan memberikan informasi terkini untuk memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi lokal.

Dampak Penurunan Wisatawan

  • Omzet harian turun drastis: Dari Rp4–5 juta menjadi Rp1 juta.
  • Produk terlaris: Gantungan kunci (Rp10.000–Rp25.000) dan baju khas Sabang (Rp35.000–Rp150.000).
  • Distribusi barang terhambat: Pelaku usaha di Kilometer Nol mengurangi pengambilan stok.

Harapan Pemulihan

  • Pemerintah diminta mempercepat perbaikan infrastruktur pascabanjir.
  • Informasi terkini tentang akses darat diperlukan untuk menarik wisatawan.
  • Kondisi Sabang dinyatakan aman dan layak dikunjungi.

Pelaku usaha berharap pemulihan ekonomi segera terwujud agar aktivitas pariwisata dan penjualan souvenir dapat kembali normal.

Penurunan Omzet Souvenir Sabang Pasca Banjir, Pelaku Usaha Harap Pemulihan
0123456789