News
Penyeberangan Sabang–Banda Aceh Beroperasi Normal, Warga dan Wisatawan Dimudahkan
19 jam yang lalu
Penyeberangan laut rute Sabang–Banda Aceh beroperasi normal pada Jumat (16/1/2026). Kapal cepat tetap menjadi moda transportasi utama bagi masyarakat dan wisatawan karena menawarkan waktu tempuh relatif singkat, sekitar 45 menit perjalanan.
Rute Sabang–Banda Aceh merupakan jalur vital yang menghubungkan Pulau Weh dengan daratan Aceh. Selain menunjang mobilitas warga, jalur ini juga menjadi akses utama wisatawan menuju berbagai destinasi unggulan di Kota Sabang, seperti Pantai Iboih, Pulau Rubiah, Kilometer Nol Indonesia, dan Pantai Sumur Tiga.
Jadwal Pelayaran
- Sabang–Banda Aceh
- Express Bahari 5F: pukul 08.00 WIB
- Express Bahari 2F: pukul 17.00 WIB
- Banda Aceh–Sabang
- Express Bahari 2C: pukul 08.00 WIB
- Express Bahari 5F: pukul 16.30 WIB
Tarif Tiket
- Kelas VIP:
- Dewasa: Rp125.000
- Anak-anak (4–10 tahun): Rp110.000
- Kelas Eksekutif:
- Dewasa: Rp100.000
- Anak-anak (4–10 tahun): Rp85.000
- Bayi (0–3 tahun): Rp15.000
- Warga Kota Sabang (KTP setempat):
- Dewasa: Rp65.000
- Anak-anak: Rp55.000
Pihak operator kapal mengimbau calon penumpang untuk tiba di pelabuhan minimal 30 menit sebelum jadwal keberangkatan guna kelancaran proses check-in. Jadwal pelayaran sewaktu-waktu dapat berubah menyesuaikan kondisi cuaca dan jumlah penumpang.
Dampak Positif
- Pariwisata: Akses mudah ke destinasi unggulan di Kota Sabang.
- Ekonomi: Mendukung aktivitas ekonomi lokal.
- Pendidikan & Kesehatan: Memudahkan mobilitas warga untuk akses layanan penting.
Dengan beroperasinya penyeberangan ini, diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan efisiensi perjalanan bagi warga dan wisatawan di Aceh.
Catatan Penting
- Jadwal pelayaran dapat berubah tergantung kondisi cuaca.
- Penumpang diimbau untuk datang lebih awal untuk menghindari keterlambatan.
- Tarif khusus berlaku untuk warga Kota Sabang dengan menunjukkan KTP setempat.
Dengan adanya layanan penyeberangan yang lancar, diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Aceh, serta memudahkan akses masyarakat terhadap layanan penting.
