News
Penyintas Banjir Aceh Utara Terpuruk, Jadup Belum Cair dan Bantuan Habis
3 jam yang lalu
Penyintas banjir di Kabupaten Aceh Utara menghadapi kesulitan ekonomi yang semakin parah. Setelah lebih dari empat bulan pascabencana banjir bandang pada 26 November 2025, bantuan jatah hidup (jadup) yang dijanjikan pemerintah belum juga disalurkan. Sementara itu, stok bantuan yang diterima warga sebelumnya menjelang Idulfitri kini sudah menipis, bahkan habis.
Ratusan korban banjir masih bertahan dalam kondisi serba terbatas. Sebagian masih tinggal di gubuk darurat berbahan terpal, sementara lainnya menumpang di rumah keluarga. Kondisi ini terjadi di sejumlah desa terdampak, di antaranya Alue Krak Kayee, Leubok Pusaka, Buket Linteung, serta beberapa desa lain di Kecamatan Langkahan.
Dampak Banjir Bandang
- Banjir bandang besar melanda 18 kabupaten/kota di Aceh, termasuk Aceh Utara, menyebabkan kerusakan parah pada rumah dan lahan pertanian warga.
- Lahan pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi warga rusak parah dan belum dapat dimanfaatkan kembali.
- Warga kehilangan tempat tinggal dan sumber penghasilan, memperparah kondisi ekonomi masyarakat.
Kondisi Warga dan Tanggapan Pemerintah
- Keuchik Alue Krak Kayee, Wandi, menyatakan warga belum bisa kembali menggarap sawah karena kondisi lahan yang masih rusak.
- Keuchik Buket Linteung, Mansur, menyebutkan data penerima bantuan telah diserahkan, namun belum ada realisasi.
- Keuchik Leubok Pusaka, Janni, menambahkan banyak warga yang belum mendapatkan hunian sementara (huntara) dan terpaksa hidup di gubuk darurat.
Harapan Warga
Warga berharap pemerintah, baik pusat maupun daerah, serta para wakil rakyat dapat segera mengambil langkah konkret untuk mempercepat penyaluran jadup dan bantuan lainnya. Hal ini diperlukan agar masyarakat dapat bertahan dan mulai memulihkan kehidupan pascabencana.
