Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Pasangan Muda di Sabang Rentan Cerai, Ekonomi Jadi Pemicu Utama

2 hari yang lalu

Pasangan muda di Kota Sabang menghadapi tantangan besar dalam menjaga keutuhan rumah tangga. Data dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sukakarya menunjukkan bahwa sebanyak 44 pasangan mengalami konflik rumah tangga pada tahun 2025, hampir setengahnya berujung pada usulan cerai. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, di mana terdapat 60 pasangan yang mengalami perceraian dari 140 pernikahan yang tercatat.

Faktor ekonomi menjadi penyebab utama konflik rumah tangga di Sabang. Banyak pasangan muda berusia 25-35 tahun yang menghadapi kesulitan keuangan, diperparah oleh keterlibatan dalam judi online dan jeratan pinjaman online. Kondisi ini memicu persoalan keuangan berkepanjangan yang sulit diatasi.

Upaya KUA Sukakarya dalam Menangani Konflik Rumah Tangga

  • Mediasi melalui BP4: KUA Sukakarya berupaya melakukan mediasi melalui Badan Penasihatan, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan (BP4) untuk mencegah pasangan langsung menempuh jalur persidangan.

  • Pembinaan oleh Penyuluh Agama: KUA juga melibatkan penyuluh agama untuk memberikan pembinaan terkait ketahanan keluarga dan pengelolaan ekonomi rumah tangga berbasis nilai keislaman.

  • Peningkatan Jumlah Mediasi: Pada tahun 2024, terdapat 34 pasangan yang menjalani proses mediasi, meningkat menjadi 42 pasangan pada tahun 2025.

Harapan untuk Masa Depan Keluarga

Kepala KUA Sukakarya, Ustadz Nazar Fuadi SH MH, mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi permasalahan rumah tangga. Ia berharap setiap pernikahan yang tercatat di KUA Sukakarya dapat dipertahankan demi masa depan keluarga dan anak-anak. Upaya ini dilakukan untuk menjaga stabilitas sosial dan keutuhan keluarga di Sabang.

Dengan adanya mediasi dan pembinaan, diharapkan pasangan muda dapat mengatasi konflik rumah tangga dengan lebih baik dan mencegah perceraian yang dapat berdampak negatif pada keluarga dan masyarakat.

Dampak Sosial dan Ekonomi

  • Stabilitas Sosial: Perceraian dapat mengganggu stabilitas sosial dan keamanan di masyarakat.

  • Dampak pada Anak: Konflik rumah tangga dan perceraian dapat berdampak negatif pada perkembangan anak.

  • Ekonomi Rumah Tangga: Kesulitan keuangan yang tidak teratasi dapat memperburuk kondisi ekonomi rumah tangga dan masyarakat secara keseluruhan.

Pasangan Muda di Sabang Rentan Cerai, Ekonomi Jadi Pemicu Utama
0123456789