News
Petani Aceh Dapat Gaji Harian untuk Pulihkan 10.000 Hektar Sawah Rusak
10 jam yang lalu
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian akan menggaji petani Aceh untuk memulihkan sawah yang rusak akibat bencana alam. Skema padat karya ini bertujuan untuk menjaga produksi pangan nasional sambil memberikan pendapatan harian bagi petani selama proses pemulihan.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menjelaskan bahwa petani akan bekerja di lahannya sendiri dan mendapatkan penghasilan harian yang cukup untuk kebutuhan keluarga. Pemerintah juga akan menanggung biaya benih, pengolahan tanah, dan perbaikan irigasi.
Detail Skema Padat Karya
- Luas Lahan: Sekitar 10.000 hektare lahan sawah di Aceh akan direhabilitasi.
- Tenaga Kerja: Dibutuhkan 200.000 hari orang kerja (HOK) yang dibayar secara harian.
- Target Waktu: Pemulihan untuk kerusakan ringan hingga sedang ditargetkan selesai dalam tiga bulan.
- Prioritas: Pemulihan dimulai dari lahan dengan kerusakan ringan dan sedang.
Dampak dan Manfaat
- Pendapatan Harian: Petani mendapatkan penghasilan selama proses pemulihan.
- Bantuan Pemerintah: Benih gratis, pengolahan tanah, dan perbaikan irigasi ditanggung oleh pemerintah.
- Produksi Pangan: Skema ini bertujuan untuk menjaga produksi pangan nasional.
Luas Kerusakan di Aceh
- Total Kerusakan: 54.233 hektare di 21 kabupaten/kota.
- Kerusakan Ringan-Sedang: 32.652 hektare, dengan rincian kerusakan ringan 5.950 hektare dan kerusakan sedang 2.287 hektare di Kabupaten Aceh Utara.
Dengan skema ini, diharapkan petani Aceh dapat segera memulihkan lahannya dan kembali berproduksi secara optimal.
Target Pemulihan
- Luas Rehabilitasi: 6.530 hektare di Aceh.
- Waktu Pengerjaan: Januari hingga Februari 2026.
Skema padat karya ini merupakan langkah konkret pemerintah untuk mendukung petani Aceh dalam memulihkan lahannya dan meningkatkan produksi pangan nasional.
Dampak Jangka Panjang
- Peningkatan Produksi Pangan: Dengan pemulihan lahan sawah, produksi pangan di Aceh diharapkan meningkat.
- Kesejahteraan Petani: Pendapatan harian selama proses pemulihan dapat membantu kesejahteraan petani.
- Stabilitas Ekonomi: Skema ini diharapkan dapat mendukung stabilitas ekonomi di Aceh, terutama bagi petani dan keluarga mereka.
