News
Plafon RSUDYA Tapaktuan Ambruk, Ibu dan Bayi Nyaris Tertimpa
07 Januari 2026 21:16
Plafon ruang rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Yulidin Away (RSUDYA) Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, ambruk pada Rabu (7/1/2025) siang. Insiden ini nyaris menimpa seorang ibu dan bayinya yang baru menjalani operasi caesar. Beruntung, tidak ada korban jiwa atau luka dalam kejadian tersebut.
Kejadian ini menyebabkan kepanikan dan trauma bagi pasien serta keluarga yang berada di dalam ruangan. Direktur RSUDYA Tapaktuan, dr. Erizaldi, menyatakan bahwa tim sedang menilai dan memperbaiki kerusakan yang terjadi.
Dampak Insiden
- Plafon ambruk di ruang Berlian tiga, Lantai tiga, Gedung C.
- Ibu dan bayi nyaris tertimpa reruntuhan plafon.
- Tidak ada korban jiwa atau luka dalam insiden ini.
- Pasien dan keluarga mengalami ketakutan dan trauma.
Tindak Lanjut
- Tim RSUDYA sedang menilai dan memperbaiki kerusakan.
- Direktur RSUDYA memastikan bahwa situasi sedang dikendalikan dan keamanan pasien menjadi prioritas utama.
Insiden ini menyoroti pentingnya pemeliharaan infrastruktur rumah sakit untuk memastikan keselamatan pasien dan keluarga. RSUDYA Tapaktuan diharapkan dapat segera menyelesaikan perbaikan dan memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Konteks Lokal
- RSUDYA Tapaktuan merupakan rumah sakit umum daerah yang melayani masyarakat Aceh Selatan.
- Insiden ini terjadi di ruang rawat inap yang digunakan oleh pasien pasca operasi, termasuk operasi caesar.
- Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat mengenai keselamatan dan kualitas layanan kesehatan di daerah tersebut.
Dengan adanya insiden ini, diharapkan pihak rumah sakit dapat mengambil langkah-langkah preventif untuk mencegah terjadinya kejadian serupa di masa depan dan memastikan keselamatan pasien serta keluarga yang berada di rumah sakit.
Kesimpulan
Insiden ambruknya plafon di RSUDYA Tapaktuan menyoroti pentingnya pemeliharaan infrastruktur rumah sakit. Meskipun tidak ada korban jiwa atau luka, kejadian ini menyebabkan trauma dan kekhawatiran di kalangan pasien dan keluarga. Langkah-langkah perbaikan dan pencegahan diharapkan dapat segera dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pasien di masa depan.
