News
Plafon RSUD Aceh Selatan Ambruk, Komisi IV DPRK Siap Dukung Rehabilitasi
09 Januari 2026 06:33
Plafon ruang rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Yulidin Away (RSUDYA) Tapaktuan, Aceh Selatan, ambruk pada Rabu (7/1/2025) siang. Insiden ini terjadi di ruang Berlian, Lantai 3, Gedung C, dan nyaris menimpa seorang ibu beserta bayinya yang baru menjalani operasi caesar. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.
Anggota Komisi IV DPRK Aceh Selatan, Novi Rosmita, Maiyatun, Dailami, dan Mursidi, meninjau langsung kondisi ruang tersebut pada Kamis (8/1/2025). Mereka menemukan bahwa Gedung C memerlukan rehabilitasi menyeluruh dan mendesak pemerintah daerah untuk menjadikan perbaikan layanan rumah sakit sebagai prioritas pembangunan.
Kondisi Gedung C RSUDYA
- Plafon ambruk di ruang Berlian, Lantai 3, Gedung C, nyaris menimpa pasien.
- Evakuasi dilakukan segera setelah insiden, dan ruangan dibersihkan serta dikosongkan.
- Pengecekan dilakukan pada ruangan lainnya untuk memastikan keamanan pasien.
Dukungan Komisi IV DPRK Aceh Selatan
- Komisi IV DPRK Aceh Selatan mendorong pemerintah daerah untuk menjadikan perbaikan layanan rumah sakit sebagai prioritas.
- Mereka siap memberikan dukungan anggaran melalui APBK, Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Otonomi Khusus (DOKA).
- Anggaran renovasi sebesar Rp1 miliar telah dialokasikan untuk tahun 2026.
Pernyataan Direktur RSUDYA
- Direktur RSUDYA, dr. Erizaldi, menyatakan bahwa evakuasi telah dilakukan segera setelah insiden.
- Ruangan yang rusak akan diperbaiki pada tahun 2026 dengan anggaran yang telah disediakan.
- Rumah sakit ini merupakan fasilitas rujukan penting bagi masyarakat Aceh Selatan, sehingga keselamatan dan keamanan pasien menjadi prioritas utama.
Pentingnya Rehabilitasi
- RSUDYA Tapaktuan merupakan rumah sakit terakreditasi dan berstatus sebagai rumah sakit regional dan rujukan.
- Rehabilitasi Gedung C diperlukan untuk memastikan keselamatan pasien dan kualitas layanan kesehatan.
- Dukungan dari Komisi IV DPRK Aceh Selatan diharapkan dapat mempercepat proses rehabilitasi dan perbaikan fasilitas rumah sakit.
