News
Polda Aceh Bangun 221 Sumur Bor untuk Warga Terdampak Bencana
08 Januari 2026 14:27
Polda Aceh telah membangun 221 sumur bor di 18 kabupaten/kota yang terdampak banjir dan longsor. Program ini bertujuan untuk memulihkan akses air bersih bagi masyarakat Aceh yang terdampak bencana.
Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, menyatakan bahwa sumur bor tersebut direncanakan mencapai 300 titik di seluruh wilayah terdampak bencana di Aceh. Kabupaten Aceh Tamiang menjadi daerah dengan pembangunan terbanyak dan telah dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.
Dampak dan Manfaat
- 221 sumur bor telah dibangun di 18 kabupaten/kota.
- Target pembangunan sumur bor mencapai 300 titik di seluruh Aceh.
- Kabupaten Aceh Tamiang menjadi daerah dengan pembangunan terbanyak.
- Sumur bor dibangun di berbagai kabupaten/kota, termasuk Bireuen, Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie Jaya, Pidie, Bener Meriah, Aceh Tengah, Nagan Raya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Jaya, Aceh Barat, Kota Lhokseumawe, Kota Subulussalam, dan Kota Langsa.
Partisipasi Masyarakat
- Masyarakat diajak untuk menjaga dan merawat sumur bor agar manfaatnya berkelanjutan.
- Partisipasi aktif masyarakat dinilai penting agar bantuan sumur bor dapat dimanfaatkan secara optimal dan tidak cepat mengalami kerusakan.
Tujuan Program
- Pembangunan sumur bor merupakan bagian dari program pemulihan wilayah terdampak bencana.
- Program ini bertujuan untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana, khususnya terkait akses terhadap air bersih.
Keberlanjutan
- Fasilitas air bersih ini diperuntukkan bagi kepentingan bersama.
- Masyarakat diharapkan dapat merawat sumur bor agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang dan tidak cepat rusak.
Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat Aceh yang terdampak bencana dapat memperoleh akses air bersih yang berkelanjutan dan mendukung pemulihan pascabencana.
Polda Aceh mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam merawat sumur bor yang telah dibangun.
Dengan demikian, manfaat dari program ini dapat dirasakan oleh masyarakat dalam jangka panjang dan mendukung pemulihan pascabencana di Aceh.
