News
Bripda Aceh Diduga Jadi Tentara Bayaran Rusia, Polda Usut Motif
5 jam yang lalu
Polda Aceh masih menyelidiki motif di balik dugaan Bripda Muhammad Rio menjadi tentara bayaran Rusia. Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, mengaku belum dapat mendalami alasan Rio karena belum bertemu langsung dengan yang bersangkutan. Dugaan beredar bahwa Rio tertarik dengan tawaran gaji tinggi dari tentara bayaran Rusia.
Berdasarkan pendataan awal, Bripda Rio sudah tidak aktif bertugas di Kepolisian dan tercatat mendaftar keberangkatan ke luar negeri pada 8 Desember 2025. Ia kemudian mengurus paspor dan membeli tiket pada 18 Desember 2025, sebelum berangkat ke Cina dan diduga melanjutkan perjalanan ke Rusia.
Kronologi Keberangkatan
- 8 Desember 2025: Mendaftar keberangkatan ke luar negeri
- 9 Desember 2025: Mengurus paspor
- 18 Desember 2025: Membeli tiket
- 19 Desember 2025: Berangkat ke Cina
Pelanggaran Disiplin
- KDRT terhadap keluarga: Rio memiliki catatan pelanggaran disiplin, termasuk KDRT terhadap keluarga.
- Meninggalkan dinas: Ia juga pernah meninggalkan dinas tanpa izin.
- Hukuman: Rio telah mendapatkan hukuman sebanyak tiga kali dan dinyatakan tidak layak menjadi anggota Polri.
Langkah Polda Aceh
Polda Aceh memperkuat kerja sama dengan Imigrasi untuk mengantisipasi kasus serupa. Polda juga mengimbau seluruh anggota Polri untuk menjaga loyalitas dan kerahasiaan negara.
Dampak Jangka Panjang
Kasus ini menyoroti pentingnya pengawasan internal di tubuh Polri dan perlunya kerja sama dengan pihak berwenang untuk mencegah anggota Polri terlibat dalam kegiatan yang merugikan negara dan masyarakat Aceh.
Nilai Edukasi
Kasus ini menjadi pelajaran bagi seluruh anggota Polri untuk tetap menjaga integritas dan loyalitas terhadap negara. Masyarakat Aceh juga diharapkan dapat memahami pentingnya menjaga keamanan dan stabilitas sosial di daerahnya.
Kesimpulan
Polda Aceh terus berupaya mengungkap motif di balik dugaan Bripda Muhammad Rio menjadi tentara bayaran Rusia. Kasus ini menjadi perhatian serius bagi Polda Aceh dan seluruh anggota Polri untuk menjaga integritas dan loyalitas terhadap negara.
