News
Polda Aceh Bangun 206 Sumur Bor untuk Warga Terdampak Bencana
06 Januari 2026 19:04
Polda Aceh telah berhasil membangun 206 sumur bor di 18 wilayah terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh. Program ini merupakan upaya berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat akan air bersih pascabencana.
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, menyatakan bahwa pembangunan sumur bor ini merupakan prioritas langsung dari Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah. Program ini tidak hanya bertujuan untuk pemulihan fisik, tetapi juga sebagai wujud komitmen Polri dalam membantu masyarakat pascabencana.
Wilayah yang Dibantu
- Kabupaten Aceh Tamiang menjadi wilayah dengan pembangunan sumur bor terbanyak, yaitu 177 unit.
- Wilayah lainnya yang juga mendapatkan sumur bor meliputi Kabupaten Bireuen, Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie Jaya, Pidie, Bener Meriah, dan Aceh Tengah.
- Selain itu, Kabupaten Nagan Raya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Jaya, Aceh Barat, serta Kota Lhokseumawe, Kota Subulussalam, dan Kota Langsa.
Sinergi dan Komitmen
- Keberhasilan pembangunan sumur bor ini tidak terlepas dari sinergi seluruh jajaran Polda Aceh, dukungan pemerintah daerah, dan partisipasi aktif masyarakat setempat.
- Polda Aceh memastikan bahwa setiap sumur bor benar-benar fungsional dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Dampak Jangka Panjang
- Program ini diharapkan dapat membantu memulihkan kehidupan masyarakat pascabencana dan memastikan akses air bersih yang berkelanjutan.
- Kapolda Aceh menekankan pentingnya setiap sumur bor untuk benar-benar dimanfaatkan secara optimal oleh warga terdampak.
Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat Aceh yang terdampak bencana dapat segera pulih dan kembali beraktivitas dengan normal. Air bersih menjadi kebutuhan paling mendasar yang harus segera dipenuhi untuk mendukung pemulihan pascabencana.
Program pembangunan sumur bor ini merupakan salah satu bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam kondisi darurat pascabencana. Polda Aceh dan jajaran akan terus memantau dan memastikan bahwa sumur bor yang masih dalam proses pembangunan dapat segera diselesaikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
