News
Banjir Bandang Aceh Tamiang: 101 Tewas, 262 Ribu Warga Terisolasi
05 Januari 2026 06:38
Banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang pada akhir November hingga Desember 2025 meninggalkan dampak yang mendalam. Sebanyak 101 orang meninggal dunia dan 262.087 jiwa mengungsi, sementara infrastruktur dan rumah warga hancur tertimbun lumpur dan kayu gelondongan. Bencana ini tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga mengisolasi ribuan warga dari akses dasar seperti listrik, sinyal, dan bahan bakar.
Tim Jaringan Jurnalis Investigasi Sumatera (JJIS) yang terjebak di Langsa selama seminggu menyaksikan langsung kondisi memprihatinkan. Warga terpaksa antre berjam-jam untuk mendapatkan BBM, sementara harga bensin melonjak hingga Rp100.000 per liter. Rumah-rumah tertimbun lumpur, sumur tercemar, dan jalan-jalan utama terputus akibat tumpukan kayu dan puing bangunan.
Dampak Bencana
- 101 korban jiwa dan 23 orang hilang berdasarkan laporan BNPB.
- 262.087 pengungsi yang kehilangan tempat tinggal.
- 2.262 unit rumah rusak, dengan 780 unit rusak berat.
- Infrastruktur publik seperti sekolah, masjid, dan fasilitas kesehatan ikut terdampak.
Penyebab dan Investigasi
Banjir bandang diperkirakan diperparah oleh penebangan liar di hulu Sungai Tamiang. Kayu gelondongan yang terbawa arus menghantam permukiman warga, memperburuk kerusakan. Bareskrim Polri sedang menyelidiki dugaan praktik "panglong", di mana kayu dipotong dan ditumpuk di bantaran sungai, lalu dihanyutkan saat banjir.
Upaya Pemulihan
Pemerintah dan BUMN telah membangun 600 unit hunian sementara yang dilengkapi dengan Wi-Fi, musala, dapur umum, serta toilet dan kamar mandi. Namun, tantangan pemulihan masih besar, terutama dalam memulihkan mata pencaharian warga yang kehilangan kebun, warung, dan akses jalan.
Bencana ini menjadi pengingat akan pentingnya pengelolaan lingkungan dan kebijakan yang tepat untuk mencegah terulangnya tragedi serupa. Warga Aceh Tamiang kini berjuang untuk bangkit dari lumpur dan kayu yang mengubur harapan mereka.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
