News
Presiden Prabowo Tinjau Huntara Aceh Tamiang, 198 Unit Siap Hunian
01 Januari 2026 19:37
Presiden RI Prabowo Subianto meninjau progres pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026). Kunjungan ini menandai pergeseran penanganan bencana dari fase darurat menuju pemulihan, dengan fokus pada percepatan penyediaan tempat tinggal aman dan layak.
Presiden didampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono, CEO BPI Danantara Rosan Roeslani, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, serta jajaran Hutama Karya. Rombongan meninjau area huntara beserta fasilitas pendukung untuk memastikan kesiapan hunian transisi.
Pembangunan Huntara
- 198 unit dari total 600 unit telah selesai dibangun oleh Hutama Karya.
- Pembangunan dimulai sejak 24 Desember 2025 dan terus berlanjut sesuai rencana pemerintah.
- Lokasi huntara berada di Jl. Banda Aceh–Medan, Kebun Tj. Seumantoh, Kecamatan Karang Baru.
Fasilitas Pendukung
- Sanitasi, dapur umum, air bersih, mushola, konektivitas internet, dan akses internal.
- Fasilitas komunal untuk mendukung aktivitas harian warga selama masa transisi.
Komitmen Pemerintah
Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah dalam meringankan beban warga terdampak bencana. Ia mengapresiasi percepatan pembangunan huntara oleh Danantara dan meminta koordinasi erat dengan BNPB serta pemerintah daerah.
Selain hunian, Presiden juga menekankan pentingnya pemulihan layanan dasar seperti sekolah dan puskesmas agar aktivitas warga segera kembali normal.
Kolaborasi Lintas Pihak
Kolaborasi lintas pihak ini menjadi bagian dari transisi penanganan bencana menuju pemulihan yang lebih terstruktur. Kehadiran Presiden Prabowo di lokasi diharapkan memperkuat sinergi agar pembangunan huntara berjalan sesuai kebutuhan dan segera dimanfaatkan masyarakat.
Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro, menegaskan kesiapan perusahaan untuk terus berkontribusi dalam pembangunan negara. "Kami optimis dapat bersinergi memberikan kontribusi terbaik. Huntara ini hadir untuk memulihkan kehidupan warga terdampak," ujarnya.
