News
Presiden Prabowo Berikan Bantuan Sapi untuk Tradisi Meugang di Aceh
5 hari yang lalu
Presiden Prabowo Subianto berencana memberikan bantuan sapi untuk mendukung tradisi Meugang di Aceh. Bantuan ini ditujukan untuk meringankan beban masyarakat, terutama warga yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan rencana ini dalam rapat koordinasi Gabungan Alat Kelengkapan Panitia Nasional (Galapana) DPR RI bersama Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Aceh. Tradisi Meugang merupakan simbol kebersamaan dan silaturahmi menjelang Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha.
Rencana Bantuan Sapi untuk Meugang
- Bantuan sapi direncanakan untuk mendukung pelaksanaan tradisi Meugang di Aceh.
- Tujuan utama adalah meringankan beban masyarakat terdampak bencana.
- Tradisi Meugang melibatkan memasak dan menyantap daging bersama keluarga, kerabat, dan tetangga.
- Daging Meugang biasanya diolah menjadi berbagai makanan khas Aceh, seperti kuah beulangong dan sate matang.
Dampak dan Harapan
- Diharapkan dapat membuat masyarakat merasa bergembira karena dukungan langsung dari Presiden.
- Menjaga kelestarian tradisi lokal yang menjadi simbol kebersamaan dan gotong royong.
- Membantu pemulihan sosial dan budaya pascabencana di Aceh.
Rencana ini disampaikan oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem kepada Presiden Prabowo saat kunjungan meninjau wilayah terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung aspek sosial dan budaya masyarakat Aceh selain rehabilitasi infrastruktur dan rumah ibadah.
Tradisi Meugang
- Meugang adalah tradisi masyarakat Aceh yang dilakukan menjelang bulan suci Ramadan.
- Simbol kebersamaan dan silaturahmi dalam kehidupan sosial masyarakat Aceh.
- Daging sapi, kerbau, atau kambing biasanya digunakan dalam tradisi ini.
- Makanan khas Aceh seperti kuah beulangong dan sate matang menjadi bagian dari tradisi Meugang.
Bantuan sapi dari Presiden Prabowo diharapkan dapat mendukung kelangsungan tradisi Meugang dan meringankan beban masyarakat Aceh, terutama yang terdampak bencana.
