PT Laot Bangko menjadi perusahaan pertama yang merealisasikan pembangunan kebun plasma lokal di Subulussalam. Program ini diluncurkan di tiga desa di Kecamatan Sultan Daulat, yaitu Desa Singgersing, Namo Buaya, dan Desa Batu Napal, dengan penyerahan 488 sertifikat plasma secara simbolis kepada koperasi setempat.
Acara peluncuran dihadiri oleh Wali Kota Subulussalam dan diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Laot Bangko dan koperasi desa. Program kemitraan perkebunan ini diharapkan dapat mendorong kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan kelapa sawit.
Dampak Program Plasma
- 488 sertifikat plasma diserahkan kepada tiga desa di Kecamatan Sultan Daulat.
- Program ini merupakan yang pertama di Subulussalam, sebelumnya hanya ada plasma trans pola KKPA.
- PT Laot Bangko berencana memperluas program ke lima desa lainnya.
- Kemitraan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal melalui pengembangan perkebunan kelapa sawit.
Tantangan dan Harapan
- Proses pendataan calon penerima plasma sempat mengalami kendala teknis.
- Perusahaan berterima kasih kepada Wali Kota dan pihak-pihak yang mendukung keberhasilan program ini.
- Program ini diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan perkebunan lokal di Aceh.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaPemerintah Aceh Raih Predikat A- Reformasi Birokrasi, Empati Terhadap Warga Membangun
MODUSACEH.CO, Banda Aceh | Pemerintah Aceh mencatatkan, peningkatan kinerja reformasi birokrasi pada tahun 2025. Berdasarkan hasil evaluasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Refo
: Warga Pintu Rime Gayo Khawatir Tenang Korupsi BUMDESMA Rp 1,44 Miliar
BENER MERIAH - Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bener Meriah menahan Ilham Iskandar, tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan Dana Badan Usaha...
58 Huntara Penyintas Banjir di Aceh Utara Rusak Akibat Angin Kencang
Untuk warga yang Huntaranya rusak berat, sementara akan disiapkan tenda darurat di lokasi
Aceh: 149 Ribu Pengangguran, Harapan Anak Muda Meredud Aceh telah menikmati dua dekade perdamaian sejak MoU Helsinki, namun generasi yang lahir pasca‑konflik menghadapi realitas yang berbeda. Data BП
Dua dekade perdamaian melahirkan generasi yang selamat dari konflik, namun terperangkap dalam kemiskinan dan kebimbangan identitas.


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.