Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Hutan Aceh Terus Rusak, 8.900 Hektar Hilang di 2023, Apa Penyebabnya?

09 Januari 2026 08:30

Setiap musim hujan, Aceh selalu dilanda banjir bandang dan longsor. Kerusakan hutan di hulu menjadi penyebab utama bencana yang berulang. Data menunjukkan bahwa pada tahun 2023, Aceh kehilangan sekitar 8.900 hektar tutupan hutan, hampir setengahnya berada di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL). Dalam tujuh tahun terakhir, akumulasi kehilangan hutan Aceh mencapai sekitar 177.000 hektar, dengan 2024 menyumbang sekitar 16.000 hektar.

Kerusakan hutan di Aceh bukan hanya masalah degradasi alam, tetapi juga indikator kegagalan tata kelola. Meskipun ada instrumen hukum yang kuat seperti Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, kerusakan hutan terus berlanjut. Penyebab utama kerusakan hutan adalah pertambangan ilegal, pembalakan liar, dan perambahan kawasan hutan.

Penyebab Kerusakan Hutan

  • Pertambangan ilegal: Aktivitas pertambangan ilegal terus merusak hutan di Aceh.
  • Pembalakan liar: Pembalakan liar masih menjadi masalah utama yang mempercepat kerusakan hutan.
  • Perambahan kawasan hutan: Perambahan kawasan hutan oleh masyarakat lokal dan pihak-pihak tertentu juga berkontribusi pada kerusakan hutan.
  • Izin-izin legal yang tidak hati-hati: Pemberian izin-izin legal tanpa mempertimbangkan dampak ekologis juga mempercepat kerusakan hutan.

Solusi untuk Menyelamatkan Hutan Aceh

  • Pengakuan krisis tata kelola: Diperlukan pengakuan jujur bahwa kerusakan hutan adalah krisis tata kelola, bukan hanya masalah teknis kehutanan.
  • Penegakan hukum: Penegakan hukum harus menjadi instrumen utama dalam melindungi hutan, dengan menindak tegas pelaku illegal logging dan pertambangan ilegal.
  • Partisipasi masyarakat lokal: Masyarakat lokal dan adat perlu dilibatkan sebagai subjek dalam upaya pelestarian hutan, bukan hanya sebagai objek.
  • Pembagian peran yang tegas: Pemerintah daerah, pusat, akademisi, LSM, dan sektor swasta perlu memiliki peran yang jelas dan terukur dalam upaya pelestarian hutan.

Kerusakan hutan di Aceh bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga masalah sosial dan ekonomi. Jika kerusakan hutan terus berlanjut, setiap musim hujan akan selalu menjadi musim duka bagi masyarakat Aceh.

Hutan Aceh Terus Rusak, 8.900 Hektar Hilang di 2023, Apa Penyebabnya?
0123456789