News
Penyuluh Agama Bantu Pulihkan Mental Anak Korban Banjir Bireuen
09 Januari 2026 17:08
Banjir yang melanda Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, meninggalkan luka tidak hanya pada fisik, tetapi juga mental warganya. Suara tawa anak-anak yang sempat hilang diterjang bencana, perlahan kembali terdengar berkat kegiatan trauma healing yang digelar oleh penyuluh agama dan guru madrasah.
Sebanyak 80 anak-anak dan 16 ibu rumah tangga mengikuti program ini. Melalui metode Psychological First Aid (PFA), para penyuluh agama memberikan dukungan psikologis awal agar anak-anak tidak merasa sendirian menghadapi trauma. Permainan sederhana, bernyanyi, dan menggambar menjadi jalan untuk mengembalikan kepercayaan diri mereka.
Metode dan Tujuan Trauma Healing
- Psychological First Aid (PFA): Metode ini digunakan untuk memberikan dukungan psikologis awal bagi anak-anak korban banjir.
- Keluarga Sakinah Maslahah: Program ini memberikan edukasi mengenai manajemen stres dan strategi bertahan hidup (coping strategy) bagi ibu rumah tangga.
- Kegiatan Kreatif: Permainan, bernyanyi, dan menggambar digunakan untuk membantu anak-anak mengatasi trauma.
- Edukasi Manajemen Stres: Para ibu mendapatkan latihan relaksasi dan mindfulness untuk membangun ketahanan keluarga.
Dukungan dari Kementerian Kasubdit Bina Keluarga Sakinah, Zudi Rahmanto, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari langkah strategis kementerian dalam menjaga kesehatan mental masyarakat terdampak bencana. "Pendampingan psikososial sangat krusial. Pemulihan fisik harus berjalan beriringan dengan pemulihan mental," kata Zudi.
Hasil dan Harapan Ketika matahari mulai terbenam di Kuta Blang, kegiatan ditutup dengan pelukan hangat dan senyum yang mulai merekah. Meski rumah mereka mungkin belum sepenuhnya pulih, setidaknya sore itu, luka di batin mereka perlahan menemukan jalan untuk sembuh. Program ini diharapkan dapat membangun ketahanan keluarga pascabencana dan membantu masyarakat Bireuen untuk bangkit kembali.
Angka Penting
- 80 anak-anak dan 16 ibu rumah tangga mengikuti program trauma healing.
- 5 penyuluh agama dan 5 guru madrasah terlibat dalam kegiatan ini.
- Psychological First Aid (PFA) dan Keluarga Sakinah Maslahah menjadi metode utama dalam program ini.
