News
33 Gampong di Aceh Timur Terendam Banjir, Ketinggian Air Mencapai 120 cm
08 Januari 2026 18:05
Banjir kembali melanda Kabupaten Aceh Timur, dengan 33 gampong di tujuh kecamatan terendam. Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menyatakan bahwa ketinggian air rata-rata mencapai 60 sentimeter, namun di Kecamatan Banda Alam, ketinggian air mencapai 120 sentimeter.
Bupati meminta masyarakat untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Ia juga telah menginstruksikan seluruh camat untuk terus memantau perkembangan kondisi banjir di lapangan dan melaporkan setiap perkembangan.
Dampak Banjir di Aceh Timur
- 33 gampong di tujuh kecamatan terendam banjir.
- Ketinggian air rata-rata mencapai 60 sentimeter, dengan ketinggian maksimum 120 sentimeter di Kecamatan Banda Alam.
- Kecamatan yang terdampak meliputi Simpang Ulim, Birem Bayeun, Rantau Selamat, Julok, Sungai Raya, Nurussalam, dan Banda Alam.
- Bupati meminta masyarakat tetap tenang dan waspada.
- Camat diminta untuk memantau dan melaporkan perkembangan banjir di lapangan.
Langkah Penanganan
- Bupati telah menginstruksikan seluruh camat untuk tidak meninggalkan wilayahnya.
- Pemantauan kondisi banjir di lapangan terus dilakukan.
- Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti instruksi dari pihak berwenang.
Banjir ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak jangka panjang terhadap kehidupan masyarakat, terutama dalam hal aksesibilitas dan kesehatan. Pemerintah daerah terus berupaya untuk mengatasi situasi ini dan memastikan keselamatan warga.
Dampak Jangka Panjang
- Potensi kerusakan infrastruktur dan properti warga.
- Risiko kesehatan akibat air banjir yang terkontaminasi.
- Gangguan terhadap aktivitas sehari-hari masyarakat, termasuk pendidikan dan ekonomi.
Masyarakat diharapkan untuk tetap tenang dan mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi. Pemerintah daerah terus berupaya untuk mengatasi banjir dan meminimalisir dampaknya terhadap kehidupan masyarakat Aceh Timur.
Kesimpulan
Banjir yang melanda Aceh Timur menimbulkan dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat. Pemerintah daerah telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi situasi ini dan memastikan keselamatan warga. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan waspada, serta mengikuti instruksi dari pihak berwenang.
