News
59 Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Langsa Sepanjang 2025
4 hari yang lalu
Puluhan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tercatat di Kota Langsa sepanjang tahun 2025. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Langsa mencatat sebanyak 59 kasus, dengan rincian 25 kasus menimpa perempuan dan 34 kasus dialami anak-anak.
Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Langsa, Putri Nahrisah, menyatakan bahwa kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tercatat sebanyak 15 kasus, dengan korban terdiri dari 14 perempuan dan satu anak. Sementara itu, kasus pemerkosaan menimpa 12 korban, yakni 11 anak di bawah umur dan satu perempuan dewasa.
Rincian Kasus Kekerasan
- Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT): 15 kasus
- Pemerkosaan: 12 kasus
- Penganiayaan terhadap anak: 11 kasus
- Penganiayaan terhadap perempuan: 6 kasus
- Pelecehan seksual: 8 kasus terhadap anak dan 4 kasus terhadap perempuan
- Perundungan terhadap anak: 6 kasus
Upaya Pencegahan dan Edukasi
Putri Nahrisah menyoroti masih tingginya kasus kekerasan seksual terhadap anak. Ia menekankan pentingnya peran orang tua, keluarga, dan institusi pendidikan dalam memberikan edukasi berulang kepada anak terkait perlindungan diri. Anak-anak perlu terus diberi pemahaman tentang bagian tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain dan untuk tidak mudah menerima iming-iming uang jajan atau ajakan dari orang lain.
Pelaporan Kasus Kekerasan
Masyarakat Kota Langsa diimbau untuk tidak ragu melaporkan setiap dugaan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Pelaporan dapat dilakukan dengan datang langsung ke kantor UPTD PPA atau melalui layanan hotline 0853 7219 7167. Pelaporan adalah langkah penting untuk mencegah dampak jangka panjang kekerasan dan memastikan perlindungan bagi kelompok rentan.
Dampak Jangka Panjang
Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat meninggalkan dampak jangka panjang yang serius, baik secara fisik maupun psikologis. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan penanganan yang tepat sangat diperlukan untuk melindungi kelompok rentan ini.
