News
Polres Bireuen Bersihkan Lumpur di Dayah Nurul Hidayah Kutablang
5 jam yang lalu
Puluhan personel Polres Bireuen turun lapangan untuk membersihkan lumpur di Dayah Nurul Hidayah, Desa Pulo Nga, Kutablang, Bireuen. Kegiatan ini dilakukan setelah banjir bandang yang melanda daerah tersebut, meninggalkan endapan lumpur setinggi sekitar 1 meter di kompleks dayah.
Kegiatan pembersihan dipimpin oleh Kasat Lantas Polres Bireuen, AKP Aditiya Hadmanto, dan melibatkan puluhan personel. Mereka menggunakan berbagai peralatan seperti kereta sorong, sekop, cangkul, dan alat kebersihan lainnya untuk membersihkan lumpur yang menutupi fasilitas dayah, termasuk Al Quran, buku, kitab, kamar santri, balai pengajian, musalla, dapur umum, toilet, dan tempat wudhu.
Dampak Banjir di Dayah Nurul Hidayah
- Ketinggian air banjir: 1,5 meter
- Endapan lumpur: Setinggi sekitar 1 meter
- Fasilitas terdampak: Al Quran, buku, kitab, kamar santri, balai pengajian, musalla, dapur umum, toilet, dan tempat wudhu
- Jarak dayah dari aliran Krueng Peusangan: 60 meter, kini menyempit menjadi sekitar 10 meter akibat erosi
Upaya Pembersihan
- Keterlibatan Polres Bireuen: Puluhan personel dengan peralatan lengkap
- Keterlibatan masyarakat: Relawan dan masyarakat setempat
- Sewa traktor: Pihak dayah sempat menyewa traktor untuk mendorong lumpur
- Keterbatasan: Keterbatasan biaya dan tenaga membuat pekerjaan belum maksimal
Dampak Positif
- Keberlangsungan pendidikan: Lingkungan bersih mendukung proses pendidikan yang lebih baik
- Semangat dan harapan: Bantuan Polres Bireuen memberikan suntikan semangat dan harapan bagi pihak dayah
- Tanggung jawab kolektif: Kebersihan dan kepedulian adalah tanggung jawab kolektif yang harus dijaga demi kemaslahatan umat
Pimpinan Dayah Nurul Hidayah, Tgk Akmal MAg, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Kapolres Bireuen dan seluruh jajaran yang telah membantu membersihkan lumpur di dayah tersebut. "Bantuan ini bukan sekadar tenaga, tetapi juga suntikan semangat dan harapan," ujarnya.
Dayah Nurul Hidayah telah bekerja sama dengan pemerintah melalui Kementerian Agama dan saat ini telah terakreditasi C. Santri yang mondok berjumlah 60 orang dan berasal dari berbagai daerah seperti Pidie, Langsa, dan kabupaten lainnya.
