News
Tenaga Medis Bireuen Gotong Royong Bersihkan Puskesmas Kutablang Pasca Banjir
06 Januari 2026 15:27
Puluhan tenaga medis dari Puskesmas Jeunieb, Kabupaten Bireuen, melakukan aksi gotong royong membersihkan sampah dan endapan lumpur di Puskesmas Kutablang. Puskesmas Kutablang merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang terdampak parah banjir bandang pada akhir November lalu.
Para tenaga medis menggunakan berbagai peralatan seperti kereta sorong, cangkul, sekop, dan sapu untuk membersihkan lumpur yang mengendap di area puskesmas. Aksi ini dilakukan bersama tenaga medis Puskesmas Kutablang yang sejak pascabanjir secara rutin membersihkan lingkungan pusat pelayanan kesehatan tersebut.
Dampak Banjir Bandang
- Puskesmas Kutablang terendam air setinggi lebih dari satu meter
- Sejumlah alat kesehatan mengalami kerusakan, termasuk dua unit mobil ambulans dan rumah dinas
- Endapan lumpur yang tertinggal cukup tebal dan membutuhkan pembersihan lanjutan
Tujuan Gotong Royong
- Membantu pemulihan fasilitas kesehatan
- Mempererat kebersamaan dan kekompakan antartenaga medis dalam menghadapi bencana alam
- Memastikan pelayanan kesehatan dapat berjalan normal
Kondisi Saat Ini
- Pelayanan kesehatan di Puskesmas Kutablang telah kembali berjalan normal sejak dua pekan terakhir
- Pembersihan lanjutan masih diperlukan untuk membersihkan endapan lumpur yang mengelilingi lingkungan puskesmas
Aksi gotong royong ini menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian tenaga medis dalam menghadapi bencana alam dan memulihkan fasilitas kesehatan yang vital bagi masyarakat Aceh.
Kepala UPTD Puskesmas Jeunieb, dr. Zubaidah, menyatakan bahwa sebanyak 45 tenaga medis dikerahkan untuk membantu pembersihan di Puskesmas Kutablang. Mereka membawa berbagai alat kebersihan untuk membersihkan sisa endapan lumpur.
Kepala UPTD Puskesmas Kutablang, dr. Emy Handriany, menjelaskan bahwa pembersihan sudah dilakukan berkali-kali oleh jajaran Puskesmas Kutablang sendiri, dibantu puskesmas lain dan jajaran Polres Bireuen. Meski pelayanan kesehatan sudah normal, endapan lumpur masih membutuhkan pembersihan lanjutan.
