News
Warga Pasie Raya Aceh Jaya Tolak Tambang, Khawatir Bencana Lingkungan
14 jam yang lalu
Puluhan tokoh masyarakat dan warga Pasie Raya, Aceh Jaya, kembali menolak rencana pertambangan di Sungai Krueng Teunom. Mereka khawatir aktivitas tambang akan merusak lingkungan dan memicu bencana seperti banjir bandang. Aliansi Pasie Raya Peduli mendesak pemerintah membatalkan izin tambang dan menertibkan tambang ilegal. Warga menekankan pentingnya menjaga kelestarian sungai untuk masa depan anak cucu.
Dalam musyawarah besar yang diadakan di Gedung Serba Guna Kantor Keuchik Tuwi Kareung, Kecamatan Pasie Raya, Aceh Jaya, para tokoh masyarakat dan perwakilan warga menyampaikan keresahan mereka. Mereka menolak keras masuknya korporasi tambang ke Sungai Krueng Teunom dan menuntut penertiban tambang ilegal yang sudah berjalan.
Dampak Lingkungan dan Bencana
- Banjir Bandang: Warga khawatir aktivitas tambang akan menyebabkan banjir bandang yang dapat merusak pemukiman dan lahan pertanian.
- Pencemaran Air: Tambang dapat mencemari air bersih yang digunakan oleh masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.
- Abrasi dan Erosi: Aktivitas tambang dapat menyebabkan abrasi dan erosi sungai, yang akan berdampak buruk bagi masyarakat sekitar.
Tuntutan Masyarakat
- Pembatalan Izin Tambang: Masyarakat mendesak pemerintah untuk membatalkan izin tambang dan tidak menerbitkan izin baru.
- Penertiban Tambang Ilegal: Warga meminta aparat penegak hukum untuk segera menertibkan penggunaan excavator di kawasan Pucok Krueng Teunom.
- Keadilan Lingkungan: Masyarakat menuntut keadilan terkait aktivitas tambang ilegal yang sudah berjalan dan merusak lingkungan.
Suara Masyarakat
Ketua Aliansi Pasie Raya Peduli, Zulfikri, menegaskan bahwa masyarakat tidak akan mundur dalam menjaga kelestarian sungai mereka. "Kami menolak keras masuknya korporasi tambang ke Sungai Krueng Teunom dengan alasan apa pun. Jangan biarkan kapal kerok itu merusak ruang hidup kami," tegas Zulfikri. Masyarakat berharap suara mereka didengar dan tindakan konkret segera diambil untuk melindungi lingkungan dan masa depan anak cucu mereka.
