News
Tokoh Peudada Berdiri di Atas Ribuan Kayu Bekas Banjir, Hutan Aceh Kritis
03 Januari 2026 15:41
Puluhan tokoh masyarakat Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, menyatakan sikap simbolik dengan berdiri di atas tumpukan ribuan kubik kayu bekas banjir. Mereka menyoroti kerusakan hutan yang memicu bencana hidrometeorologi berulang di wilayah tersebut.
Koordinator Forum Peduli Hutan Peudada, Helmi, menyatakan bahwa kerusakan hutan di Peudada telah memasuki tahap darurat. Banjir lumpur dan aliran limbah kayu berulang kali merendam permukiman warga dan merusak lahan pertanian.
Kondisi Hutan Peudada
- Hutan di Peudada dinilai kritis dan memerlukan tindakan segera.
- Bencana hidrometeorologi berulang kali terjadi akibat degradasi lingkungan.
- Alih fungsi hutan menjadi areal tanaman tunggal dinilai sebagai penyebab utama kerusakan.
Tuntutan Forum Peduli Hutan Peudada
- Mengembalikan fungsi hutan sesuai peraturan perundang-undangan.
- Memperkuat upaya pemeliharaan dan perlindungan hutan.
- Melibatkan lembaga adat dan masyarakat lokal dalam pengelolaan hutan.
- Menindak tegas pelaku kerusakan ekologi hutan.
Forum juga menyatakan dukungan terhadap program naturalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Peudada dan pelaksanaan perhutanan sosial yang telah diterbitkan di Kecamatan Peudada. Mereka meminta Pemerintah Aceh untuk segera bertindak guna mengatasi kerusakan hutan yang semakin parah.
Dampak Kerusakan Hutan
- Banjir lumpur berulang kali merendam permukiman warga.
- Lahan pertanian rusak akibat aliran limbah kayu.
- Kesejahteraan masyarakat terganggu akibat bencana yang berulang.
Tokoh adat Peudada menyampaikan enam tuntutan kepada pemerintah untuk segera mengatasi kerusakan hutan dan melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan hutan. Mereka berharap tindakan tegas dari aparat penegak hukum terhadap pelaku kerusakan ekologi hutan.
Dukungan terhadap Kebijakan Pemerintah
- Program naturalisasi DAS Krueng Peudada didukung penuh.
- Perhutanan sosial diharapkan dapat diterapkan dengan baik.
- Kebijakan Presiden terkait pengembalian fungsi hutan dan penertiban kawasan hutan ilegal didukung.
Forum Peduli Hutan Peudada berharap pemerintah segera mengambil tindakan konkret untuk mengatasi kerusakan hutan dan melindungi ekosistem di Peudada.
