News
50 Warga Bireuen Bertahan di Meunasah, Harap Hunian Jelang Ramadan
3 hari yang lalu
Puluhan warga Desa Tingkeum Manyang, Bireuen masih bertahan di meunasah setelah banjir bandang. Mereka berharap hunian jelang Ramadan.
Keuchik Tingkeum Manyang, Ir Mawardi, mengatakan bahwa 9 kepala keluarga atau sekitar 50 jiwa masih mengungsi di meunasah. Mereka masih membuka dapur umum dengan bantuan Pemkab Bireuen dan relawan.
Dampak Banjir
- 18 unit rumah hilang
- 13 unit rumah rusak berat
- 74 unit rumah rusak ringan
- Puluhan ruko dan doorsmeer rusak berat
- Dua unit pompa air untuk sawah hancur
Kebutuhan Pengungsi
- Persediaan di dapur umum masih cukup untuk dua minggu ke depan.
- Warga mengharapkan hunian tetap atau sementara karena rumah mereka sudah hilang.
- Lokasi rumah yang hilang sudah menjadi sungai.
Harapan Warga
Warga sangat mengharapkan adanya hunian tetap karena rumah mereka sudah hilang. Mereka berharap bantuan dari pemerintah dan relawan untuk memenuhi kebutuhan hunian jelang Ramadan.
Dampak Jangka Panjang
- Masalah serius bagi warga yang kehilangan rumah.
- Dampak pada sektor pertanian karena pompa air untuk sawah hancur.
- Kebutuhan hunian yang mendesak jelang Ramadan.
Kesimpulan
Banjir bandang di Desa Tingkeum Manyang, Bireuen, telah menyebabkan kerusakan yang signifikan. Warga yang masih bertahan di meunasah mengharapkan bantuan untuk hunian jelang Ramadan. Dapur umum masih beroperasi dengan bantuan Pemkab Bireuen dan relawan, tetapi kebutuhan hunian tetap sangat mendesak.
Catatan
- Jumlah pengungsi awalnya mencapai 1.927 jiwa, sekarang tinggal 50 jiwa.
- Sebagian warga sudah kembali ke rumah untuk membersihkan rumah.
- Pemkab Bireuen dan relawan terus memberikan bantuan kepada warga yang terdampak banjir.
Harapan ke Depan
Warga berharap adanya hunian tetap atau sementara untuk memenuhi kebutuhan hunian jelang Ramadan. Mereka juga berharap bantuan dari pemerintah dan relawan untuk memulihkan kondisi setelah banjir.
Dampak Sosial
- Warga yang kehilangan rumah menghadapi masalah serius.
- Dampak pada sektor pertanian karena pompa air untuk sawah hancur.
- Kebutuhan hunian yang mendesak jelang Ramadan.
Kesimpulan Akhir
Banjir bandang di Desa Tingkeum Manyang, Bireuen, telah menyebabkan kerusakan yang signifikan. Warga yang masih bertahan di meunasah mengharapkan bantuan untuk hunian jelang Ramadan. Dapur umum masih beroperasi dengan bantuan Pemkab Bireuen dan relawan, tetapi kebutuhan hunian tetap sangat mendesak.
