News
Pupuk Indonesia Salurkan Rp50 Miliar untuk Pemulihan Aceh Utara Pascabencana
21 jam yang lalu
PT Pupuk Indonesia (Persero) menyalurkan bantuan tanggap bencana senilai Rp50 miliar untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh. Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendampingi masyarakat dan pemerintah daerah pada masa darurat pascabencana.
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan tidak hanya berupa sembako, tetapi juga mencakup pembangunan hunian sementara, penyediaan sarana air bersih, renovasi masjid, serta pemenuhan kebutuhan mendesak lainnya. Ia menegaskan bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Detail Bantuan
- Nilai bantuan: Rp50 miliar
- Cakupan bantuan: Sembako, hunian sementara, air bersih, renovasi masjid
- Kolaborasi: Pupuk Indonesia berdiskusi dengan pemerintah daerah untuk menentukan kebutuhan prioritas
- Program: Bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pupuk Indonesia
Rahmad Pribadi berharap sinergi dengan pemerintah daerah dapat terus diperkuat agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak bencana, khususnya di wilayah Sumatera.
Pertemuan dengan Pemerintah Daerah
Pernyataan tersebut disampaikan setelah pertemuan antara Rahmad Pribadi dengan Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, di Pendopo Bupati Aceh Utara. Pertemuan ini turut dihadiri oleh Plt Sekda Aceh Utara Jamaluddin, Asisten III Dayan Albar, dan Kepala Dinas Sosial Aceh Utara Fakhruradhi.
Kehadiran Manajemen Pupuk Indonesia
Rahmad Pribadi hadir didampingi jajaran manajemen Pupuk Indonesia dan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), termasuk Direktur Utama PT PIM Filius Yuliandi, Direktur Operasi dan Produksi Zulyan Imansyah, Direktur Keuangan dan Umum Koko Sudiro, serta Direktur Manajemen Risiko Maimun. Hadir pula Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia Yehezkiel Adiperwira, Sekretaris Perusahaan PT PIM Syahrul Kamal, VP Pengelolaan TJSL Pupuk Indonesia Heny Eka Mardiyanti, dan Komisaris PT PIM Muni Alwi.
