News
Petani Pidie Kesulitan Dapat Pupuk Subsidi, Dampak Tanaman Padi Terancam
3 jam yang lalu
Petani di Kabupaten Pidie, Aceh, sedang menghadapi kesulitan dalam mendapatkan pupuk bersubsidi jenis Phonska atau NPK dan urea. Kelangkaan pupuk ini disebabkan oleh penyaluran yang tidak mencapai target, hanya sekitar 18% dari total yang seharusnya diterima oleh kios pengecer. Kondisi ini mengancam pertumbuhan tanaman padi yang sedang dalam masa kritis, berusia 22-30 hari.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpang) Pidie, Hasballah SP, menyatakan bahwa kelangkaan pupuk telah berlangsung selama sepekan terakhir. Ia telah melaporkan masalah ini kepada Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, dan menyurati PT Pupuk Indonesia untuk menambah kuota pupuk bersubsidi. Meski demikian, distribusi pupuk masih terkendala akibat banjir dan longsor yang melanda Aceh pada November 2025, yang menyebabkan putusnya jembatan utama sebagai jalur distribusi.
Dampak Kelangkaan Pupuk
- Tanaman padi berusia 22-30 hari sangat membutuhkan pupuk untuk pertumbuhan optimal.
- Ketersediaan pupuk hanya 18% dari target, dengan kios pengecer menerima 80 sak dari 25 ton yang seharusnya.
- Distribusi pupuk melalui jalur laut telah dilakukan, dengan 900 ton urea dan 800 ton NPK didatangkan ke Pelabuhan Malahayati.
- Stok pupuk saat ini di gudang lini III Pidie mencapai 180 ton urea dan 120 ton NPK, dengan tambahan dalam perjalanan.
Upaya Penyelesaian
- Distanpang Pidie telah melaporkan masalah ini ke Menteri Pertanian RI dan menyurati PT Pupuk Indonesia.
- Distribusi pupuk melalui jalur laut telah dilakukan untuk mengatasi kendala jalur darat.
- PUD CV Tuah Tamita telah melakukan penebusan pupuk di wilayah kerja Kecamatan Peukan Baro.
Kelangkaan pupuk ini tidak hanya berdampak pada pertumbuhan tanaman padi, tetapi juga pada pendapatan petani dan ketersediaan pangan di Aceh. Upaya penyelesaian masalah ini terus dilakukan oleh berbagai pihak untuk memastikan petani dapat memperoleh pupuk yang mereka butuhkan tepat waktu.
Kondisi Saat Ini
- Stok pupuk di gudang lini III Pidie: 180 ton urea dan 120 ton NPK.
- Distribusi melalui jalur laut: 900 ton urea dan 800 ton NPK telah didatangkan.
- Penebusan pupuk oleh PUD CV Tuah Tamita: 65 ton urea dan 57,5 ton NPK di Kecamatan Peukan Baro.
