Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Warga Aceh Terus Terendam Lumpur, Tokoh Minta Alat Berat dan Personel Tambahan

06 Januari 2026 11:05

Banjir yang melanda beberapa wilayah di Aceh meninggalkan dampak yang cukup parah. Lumpur yang menumpuk di kawasan permukiman dan desa-desa pedalaman menjadi kendala utama bagi warga untuk kembali beraktivitas normal. Tokoh masyarakat Aceh, Suryadi Djamil, meminta pemerintah pusat segera menambah alat berat dan personel TNI/Polri untuk mempercepat pembersihan lumpur.

Menurut Suryadi, keterbatasan alat berat dan personel menjadi hambatan utama di lapangan. Pembersihan lumpur masih terfokus di jalan utama, sementara lorong-lorong permukiman dan rumah warga masih tertimbun lumpur dengan ketinggian mencapai dua hingga tiga meter.

Wilayah yang Membutuhkan Penanganan Serius

  • Aceh Tamiang
  • Aceh Timur
  • Aceh Utara
  • Pidie Jaya
  • Pidie
  • Bireuen
  • Bener Meriah
  • Aceh Tengah

Permasalahan yang Dihadapi

  • Keterbatasan alat berat: Diperlukan ekskavator kecil, dozer kecil, dan ekskavator besar untuk menjangkau kawasan permukiman.
  • Keterbatasan personel: Personel TNI dan Polri yang ada saat ini sudah bekerja maksimal, namun jumlahnya terbatas.
  • Kondisi rumah warga: Banyak warga yang belum bisa kembali ke rumah meski bangunan tidak rusak parah karena akses lorong dan lingkungan sekitar masih dipenuhi lumpur.
  • Kondisi sekolah dan perkantoran: Sekolah, perkantoran, serta saluran drainase dan parit di permukiman warga tersumbat lumpur dan memerlukan penanganan menggunakan alat berat kecil dan dukungan armada pemadam.
  • Kendaraan warga: Ribuan kendaraan warga rusak akibat terendam banjir dan memerlukan dukungan mekanik dan bengkel darurat.

Suryadi berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian serius dengan menambah dukungan peralatan dan personel agar proses pemulihan pascabanjir di Aceh dapat berjalan lebih cepat dan masyarakat segera kembali beraktivitas normal. Ia juga mengapresiasi kerja relawan, tenaga medis, ASN, serta TNI dan Polri yang terus bekerja di lapangan.

Penanganan banjir ini murni urusan kemanusiaan, dan diperlukan kerjasama dari semua pihak untuk mempercepat pemulihan kondisi masyarakat Aceh.

Warga Aceh Terus Terendam Lumpur, Tokoh Minta Alat Berat dan Personel Tambahan