News
Ratusan Prajurit TNI Bersihkan Lumpur di SMAN 2 Peusangan Bireuen
03 Januari 2026 15:45
Ratusan prajurit TNI dari Kodim 0111/Bireuen dan Yonif TP 837/Ksatria Trunojoyo bergotong royong membersihkan lumpur di SMAN 2 Peusangan, Bireuen. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan sekolah siap digunakan sebelum tahun ajaran baru dimulai pada 5 Januari 2026.
Masyarakat dan siswa ikut membantu, menciptakan suasana gotong royong yang hangat. Harapannya, proses belajar mengajar dapat berjalan lancar tanpa gangguan kesehatan.
Gotong Royong Membersihkan Lumpur
- Ratusan prajurit TNI dari Kodim 0111/Bireuen dan Yonif TP 837/Ksatria Trunojoyo terlibat dalam kegiatan ini.
- SMAN 2 Peusangan menjadi fokus utama karena lumpur menutupi ruang kelas dan halaman sekolah.
- Peralatan sederhana dan alat berat digunakan untuk membersihkan lumpur.
- Masyarakat dan siswa ikut membantu, menciptakan suasana gotong royong yang hangat.
Dampak Positif
- Proses belajar mengajar diharapkan dapat berjalan lancar tanpa gangguan kesehatan.
- Keterbatasan tenaga yang dialami oleh guru dan masyarakat sekitar dapat teratasi dengan kehadiran TNI.
- Kepedulian terhadap masa depan anak-anak menjadi motivasi utama para prajurit dalam kegiatan ini.
Harapan ke Depan
- Sekolah-sekolah yang terdampak diharapkan dapat kembali siap digunakan tepat waktu.
- Kerja sama antara TNI, masyarakat, dan siswa diharapkan dapat terus berlanjut untuk kepentingan bersama.
Dengan semangat gotong royong, SMAN 2 Peusangan diharapkan dapat segera kembali berfungsi dengan baik, memberikan lingkungan belajar yang nyaman bagi siswa dan guru.
"Yang kami inginkan sederhana, agar anak-anak bisa kembali belajar dengan nyaman tanpa khawatir kesehatan mereka terganggu," ujar Komandan Batalyon Yon TP 837/KT, Letkol Inf Heru Dwi Santoso SIP MM.
Kehadiran TNI disambut hangat oleh guru dan masyarakat sekitar, yang mengaku lega karena keterbatasan tenaga membuat mereka kesulitan membersihkan lumpur menjelang dimulainya tahun ajaran baru.
Di sela-sela aktivitas, terlihat siswa dan warga ikut membantu, menciptakan suasana gotong royong yang hangat. Harapannya, dengan kerja sama ini, sekolah-sekolah yang terdampak bisa kembali siap digunakan tepat waktu, sehingga proses belajar mengajar berjalan lancar.
