Ratusan ribu anak di Aceh tidak memiliki riwayat imunisasi sejak bayi hingga usia lima tahun. Angka ini menjadi sinyal serius soal rapuhnya perlindungan kesehatan anak dan membuka celah besar bagi penyebaran penyakit menular, terutama campak.
Menurut perwakilan Dinkes Aceh, dr. Iman Murahman, Sp.KKLP, MKM, sekitar 281 ribu anak di Aceh dalam lima tahun terakhir sama sekali tidak memiliki riwayat imunisasi. Tiga kabupaten dengan jumlah anak tanpa imunisasi tertinggi adalah Pidie dengan 34.182 anak, disusul Aceh Utara sebanyak 31.491 anak, dan Bireuen dengan 30.302 anak.
Dampak dan Tantangan
- Penyakit campak masih menjadi ancaman utama dengan rata-rata 5.000 kasus per tahun, mayoritas penderitanya berasal dari anak-anak yang tidak diimunisasi.
- Pada kuartal pertama 2026, cakupan imunisasi lengkap anak di Aceh baru mencapai 2 persen, menempatkan Aceh di peringkat ke-37 dari 38 provinsi di Indonesia.
- Kekhawatiran terhadap efek samping imunisasi menjadi penyebab utama rendahnya cakupan imunisasi, disamping minimnya pemahaman mengenai manfaat jangka panjang.
Upaya Pemerintah
- Dinkes Aceh bersama pemerintah kabupaten/kota menggalakkan program "imunisasi kejar", dengan mendorong tenaga kesehatan lebih proaktif menjangkau anak-anak, terutama melalui Posyandu.
- Pemerintah menggandeng ulama dari Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) untuk meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap imunisasi.
- Sudah ada kemajuan di beberapa wilayah seperti Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie, dan Aceh Besar, namun tantangan masih besar di daerah dengan tingkat partisipasi rendah seperti Pidie, Bireuen, Aceh Jaya, dan Aceh Besar.
#Aceh#Berita#Sosial
Bagikan
Baca Sumber Asli
Ingin memverifikasi informasi lebih lanjut?

