News
115 Titik Panas di Aceh, BMKG Imbau Waspada Bencana Hidrometeorologi
12 jam yang lalu
Ratusan titik panas terpantau di Aceh berdasarkan data dari BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda. Data dari sensor Satelit Terra, Aqua, Suomi NPP (MODIS) dan NOAA20/VIIRS menunjukkan bahwa terdapat 115 titik panas yang tersebar di beberapa kabupaten/kota di Aceh, termasuk Aceh Barat, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Bener Meriah, Gayo Lues, Lhokseumawe, Subulussalam, dan Nagan Raya.
Kondisi cuaca di wilayah Aceh, khususnya Banda Aceh dan sekitarnya, diperkirakan cerah hingga berawan dalam beberapa hari ke depan. Namun, terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang untuk beberapa wilayah di pesisir selatan, pesisir timur, dan tenggara Aceh. Tinggi gelombang di perairan timur dan utara Aceh masuk kategori rendah, berkisar antara 0,5 - 1,25 meter, sementara perairan barat Aceh masuk kategori sedang, berkisar antara 1,25 - 2,50 meter.
Potensi Bencana Hidrometeorologi
BMKG mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah Gayo Lues pada Senin (19/1/2026), berpotensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang. Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan lainnya akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terus-menerus maupun dengan durasi lama.
Imbauan BMKG
- Jika melihat awan tebal hitam dan hujan mulai rintik-rintik di daerah pegunungan, masyarakat disarankan untuk meninggalkan daerah lerengan serta wilayah aliran sungai.
- Masyarakat diharapkan untuk selalu memantau perkembangan cuaca dan mengikuti imbauan dari pihak berwenang.
- Tinggi gelombang di perairan barat Aceh perlu diwaspadai oleh nelayan dan pengunjung pantai.
Dengan adanya titik panas dan potensi bencana hidrometeorologi, masyarakat Aceh diharapkan untuk tetap waspada dan siap menghadapi perubahan cuaca yang dapat berdampak pada kehidupan sehari-hari dan keselamatan jiwa.
Dampak Jangka Panjang
- Titik panas dapat berdampak pada kualitas udara dan kesehatan masyarakat.
- Potensi bencana hidrometeorologi dapat mengganggu aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
- Perubahan cuaca yang ekstrem dapat mempengaruhi sektor pertanian dan perikanan di Aceh.
