News
Personel BPBD Bireuen Protes ke DPRK, Sirine Damkar Mengiringi Aksi
2 hari yang lalu
Raungan sirine mobil pemadam kebakaran (damkar) yang meraung membelah jalanan Kota Bireuen, membuat warga bertanya-tanya, di mana terjadinya kebakaran. Tapi dugaan masyarakat tersebut meleset seratus persen. Raungan sirine itu bukan tanda adanya kebakaran, melainkan sinyal protes personel Damkar dan TRC Bireuen kepada jajaran DPRK Bireuen.
Tercatat, ada sekitar seratus personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen--mulai dari petugas Damkar hingga anggota Tim Reaksi Cepat (TRC)--bergerak menuju Gedung DPRK Bireuen. Armada Damkar diparkir berjejer di halaman dewan, sementara para petugas turun dengan wajah penuh ketegasan. Mereka datang bukan untuk memadamkan api, melainkan untuk menyuarakan kekecewaan.
Aksi Protes Personel BPBD
- Pemicu Aksi: Inspeksi mendadak (sidak) sejumlah anggota DPRK ke gudang logistik BPBD di Cot Keutapang sehari sebelumnya. Sidak ini disebut sebagai "penggerebekan", seolah-olah BPBD menimbun bantuan banjir.
- Tuduhan Penimbunan: Tuduhan tersebut membuat para petugas merasa nama baik mereka tercemar. Mereka menegaskan bahwa semua barang keluar sesuai prosedur, melalui permintaan resmi camat.
- Klarifikasi dan Protes: Personel BPBD menuntut klarifikasi dan ingin nama baik mereka dipulihkan. Mereka menginginkan duduk bersama dengan DPRK untuk mendengar langsung pendapat mereka.
Mekanisme Penyaluran Bantuan
- Prosedur Penyaluran: Koordinator aksi, M Rakjab menegaskan, bahwa mekanisme penyaluran bantuan diatur dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). "Kami menampung semua bantuan, lalu menyalurkannya sesuai kebutuhan," papar dia.
- Kerja Keras Personel: Rakjab mengingatkan, para personel BPBD telah bekerja tanpa henti sejak bencana terjadi. Mereka terjun ke lapangan untuk membersihkan meunasah dan masjid, mengantar air bersih ke pengungsian, serta membantu warga terdampak.
Tanggapan Anggota DPRK
- Kritik Terhadap Sidak: Muhammad Amin atau akrab disapa Keuchik Min, Anggota DPRK Bireuen, menilai sidak yang dilakukan Komisi IV tidak sesuai prosedur. "Sidak itu ilegal karena tidak ada koordinasi. Kita sama-sama pemerintah, harusnya surati BPBD dan turun bersama," katanya.
- Klarifikasi Bantuan: Amin menambahkan, dalam pertemuan sebelumnya dengan Kalak BPBD, sudah jelas bahwa barang bantuan keluar sesuai permintaan camat. "Barang masuk dan keluar ada catatannya. Kalau ada permintaan resmi, barang langsung disalurkan," tutur Keuchik Min.
Simbol Perjuangan
- Harga Diri dan Pengabdian: Bagi personel BPBD, aksi ini bukan sekadar protes, melainkan tuntutan klarifikasi. Mereka ingin nama baik dipulihkan setelah tuduhan penimbunan mencuat. "Kami ingin duduk bersama, mendengar langsung pendapat mereka. Jangan sampai kerja keras kami dianggap menimbun bantuan," pinta Taufik.
- Sirine Damkar: Sirine mobil Damkar yang mengiringi langkah mereka hari itu menjadi simbol. Yakni simbol peringatan bahwa di balik seragam dan tugas berat, ada harga diri yang ingin dijaga. Mereka bukan hanya petugas bencana, tetapi juga warga Bireuen yang ingin dihargai atas pengabdian mereka.
