News
Rehabilitasi Sawah Aceh Dimulai, 54 Ribu Hektar Terkena Dampak
1 hari yang lalu
Kementerian Pertanian memulai rehabilitasi sawah yang terdampak banjir dan longsor di Aceh. Program ini bertujuan memulihkan produksi pangan dan menjaga pendapatan petani di wilayah tersebut. Total kerusakan sawah di Aceh mencapai 54.233 hektare, tersebar di 21 kabupaten/kota.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemulihan sawah menjadi prioritas pemerintah. Program rehabilitasi melibatkan petani lokal dengan upah harian dan bantuan benih gratis untuk memastikan musim tanam berjalan normal.
Detail Rehabilitasi
- Total kerusakan sawah di Aceh: 54.233 hektare
- Kategori kerusakan: Ringan (23.893 hektare), Sedang (8.759 hektare), Berat (21.851 hektare)
- Tahap awal rehabilitasi: 6.530 hektare di Aceh
- Alat mesin pertanian: 43 unit, termasuk traktor dan drone
- Bantuan benih dan pupuk: 836 bibit padi dan 200 ton pupuk urea
Program rehabilitasi dilakukan melalui padat karya, melibatkan langsung petani pemilik lahan. Upah harian dibayar pemerintah pusat untuk menciptakan lapangan kerja lokal. Pejabat teknis dan direktorat terkait juga ditugaskan untuk memastikan pendampingan berkelanjutan hingga rehabilitasi tuntas.
Dampak Jangka Panjang
- Memulihkan produksi pangan di Aceh
- Menjaga pendapatan petani
- Menciptakan lapangan kerja lokal
- Memastikan musim tanam berjalan normal
Program rehabilitasi sawah di Aceh diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat lokal, terutama dalam hal produksi pangan dan pendapatan petani. Dengan melibatkan petani lokal, program ini juga bertujuan menciptakan lapangan kerja dan memastikan keberlanjutan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana.
Keseriusan Pemerintah
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan keseriusan pemerintah dalam merehabilitasi sawah terdampak bencana. Program ini dilakukan dengan perhatian penuh sejak bencana terjadi demi memastikan respons cepat dan keberlanjutan bantuan bagi masyarakat terdampak.
Dengan adanya program rehabilitasi sawah, diharapkan produksi pangan di Aceh dapat pulih dan pendapatan petani dapat terjaga. Program ini juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja lokal dan memastikan musim tanam berjalan normal.
