Timeline Aceh
ajnn.net
ajnn.net

Relawan Banjir Aceh Tamiang Tak Dapat Uang Lelah dari BTT Rp 6,8 Miliar

3 jam yang lalu

Banjir besar yang melanda Aceh Tamiang meninggalkan dampak yang signifikan bagi masyarakat setempat. Relawan yang bertugas membersihkan fasilitas pendidikan dan membantu pemulihan mengaku tidak menerima uang lelah dari dana Bantuan Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp 6,8 miliar yang dialokasikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA).

Sumber dari Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Aceh mengatakan bahwa seluruh kebutuhan mereka selama berada di lokasi bencana ditanggung oleh kas dinas. Mereka tidak menerima sepeserpun dari dana BTT, termasuk uang lelah sebesar Rp 120 ribu per hari yang seharusnya diberikan kepada 3.200 relawan.

Kondisi Relawan di Lapangan

  • Tidak menerima uang lelah: Relawan mengaku tidak menerima uang lelah yang dijanjikan, meskipun mereka telah bekerja selama tiga hari di Aceh Tamiang.
  • Dana operasional dari dinas: Seluruh kebutuhan operasional, termasuk makan dan perlengkapan bersih-bersih, ditanggung oleh kas dinas.
  • Tidak mempermasalahkan: Meskipun tidak menerima uang lelah, relawan mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut karena tujuan utama mereka adalah membantu pemulihan daerah yang terkena bencana.

Perekrutan Relawan oleh BPBA

  • 3.200 relawan direkrut: BPBA merekrut 3.200 relawan dengan berbagai latar belakang dan keahlian, termasuk TNI dan Polri.
  • Keahlian beragam: Relawan tidak hanya bertugas dalam pekerjaan fisik, tetapi juga dalam pengumpulan data, logistik, komunikasi, dan perencanaan strategi.
  • Dana BTT Rp 6,8 miliar: Dana BTT sebesar Rp 6,8 miliar dialokasikan untuk kebutuhan operasional relawan, termasuk BBM, uang makan, dan uang lelah.

Pengalaman Warga yang Mendaftar

  • Mendaftar secara online: Mahmud, warga Banda Aceh, mengisi formulir secara online untuk menjadi relawan tanpa mengetahui bahwa perekrutan diinisiasi oleh BPBA.
  • Diminta menyisihkan pendapatan: Mahmud diminta untuk menyisihkan Rp 200 ribu dari pendapatannya untuk membeli bahan kebutuhan pokok bagi penyintas bencana.
  • Tidak pernah dihubungi: Setelah mendaftar, Mahmud tidak pernah dihubungi oleh petugas BPBA dan tidak menerima instruksi untuk melakukan tugas kerelawanan.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan tentang transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana BTT serta perekrutan relawan. Masyarakat Aceh berharap agar dana yang dialokasikan dapat digunakan dengan tepat dan mencapai tujuan utama, yaitu membantu pemulihan daerah yang terkena bencana.

Relawan Banjir Aceh Tamiang Tak Dapat Uang Lelah dari BTT Rp 6,8 Miliar