News
Remaja Aceh Barat Daya Hilang Terseret Arus di Pantai Leupung
10 jam yang lalu
Remaja asal Aceh Barat Daya, Ahmad Furqan (17), dilaporkan terseret arus dan hilang di Pantai Krueng Desa Dayah Mamplam, Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar. Kejadian ini terjadi pada Sabtu, 17 Januari 2025 sekitar pukul 14.00 WIB saat korban sedang mandi di pantai bersama temannya.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari BASARNAS Banda Aceh, Polsek Leupung, Koramil Leupung, TNI AL, BPBD Aceh Besar, serta masyarakat setempat segera melakukan pencarian. Pencarian dilakukan dengan penyisiran sejauh 500 meter dari lokasi kejadian menggunakan satu unit perahu karet dan snorkling. Namun, hingga pukul 18.15 WIB, korban belum ditemukan.
Detail Kejadian
- Waktu Kejadian: Sabtu, 17 Januari 2025, pukul 14.00 WIB
- Lokasi: Pantai Krueng Desa Dayah Mamplam, Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar
- Korban: Ahmad Furqan (17), asal Aceh Barat Daya
- Tim SAR: BASARNAS Banda Aceh, Polsek Leupung, Koramil Leupung, TNI AL, BPBD Aceh Besar, dan masyarakat setempat
Upaya Pencarian
- Pencarian dilakukan dengan penyisiran sejauh 500 meter dari lokasi kejadian.
- Tim SAR menggunakan satu unit perahu karet dan melakukan pencarian dengan snorkling.
- Operasi SAR terpaksa dihentikan sementara pada pukul 18.15 WIB dan akan dilanjutkan keesokan harinya.
Pentingnya Kewaspadaan
Kejadian ini menyoroti pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di pantai, terutama bagi remaja dan masyarakat umum. Arus laut yang kuat dapat menjadi ancaman serius, dan kesadaran akan keselamatan diri sangat diperlukan untuk mencegah insiden serupa di masa depan.
Dampak Sosial
Hilangnya Ahmad Furqan tidak hanya berdampak pada keluarga korban, tetapi juga masyarakat sekitar yang turut membantu dalam pencarian. Kejadian ini menjadi pengingat bagi semua pihak tentang pentingnya keselamatan dan kewaspadaan di area pantai, terutama di wilayah Aceh yang memiliki garis pantai yang panjang dan beragam kondisi laut.
Langkah Selanjutnya
Tim SAR akan melanjutkan pencarian pada hari berikutnya, Ahad, 18 Januari 2026. Masyarakat diharapkan untuk tetap waspada dan memberikan informasi jika menemukan petunjuk terkait keberadaan korban.
