News
Rp 5,6 Miliar Silpa Proyek Gagal RSUD Aceh Singkil Mengendap Sejak 2021
05 Januari 2026 16:30
Uang senilai Rp 5,6 miliar sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) proyek Modular Operating Theater (MOT) RSUD Aceh Singkil mengendap sejak 2021 hingga 2026. Proyek ini gagal dilelang akibat keterlambatan tender, meskipun sumber anggarannya berasal dari dana alokasi khusus (DAK) fisik senilai Rp 25 miliar pada tahun 2021.
Silpa tersebut masih ada dan harus digunakan sesuai petunjuk teknis untuk pembangunan MOT. Namun, hingga awal Januari 2026, RSUD Aceh Singkil belum mengajukan usulan penggunaan Silpa tersebut.
Detail Proyek dan Penggunaan Silpa
- Sumber Anggaran: Dana alokasi khusus (DAK) fisik senilai Rp 25 miliar pada tahun 2021.
- Penyerapan Anggaran: Sebanyak 30 persen dari pagu anggaran telah ditransfer Kementerian Keuangan ke Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil, sebagian terserap untuk perencanaan, sisanya menjadi Silpa.
- Status Silpa: Silpa senilai Rp 5,6 miliar masih ada dan harus digunakan sesuai petunjuk teknis untuk pembangunan MOT.
- Usulan Penggunaan: RSUD Aceh Singkil belum mengajukan usulan penggunaan Silpa tersebut, meskipun beberapa kalangan mendorong agar anggaran tersebut segera digunakan untuk pembuatan MOT.
Dampak dan Harapan
- Dampak pada Pelayanan Kesehatan: RSUD Aceh Singkil, yang tengah mendapat kepercayaan masyarakat, diharapkan dapat terus meningkatkan pelayanannya dengan adanya MOT.
- Harapan Masyarakat: Masyarakat berharap agar Silpa tersebut segera digunakan untuk pembangunan MOT agar pelayanan kesehatan di Aceh Singkil dapat lebih baik.
Tanggapan Pemerintah
- Kepala Badan Pengelola Keuangan Kabupaten Aceh Singkil: Hendra Sunarno menyatakan bahwa Silpa tersebut masih ada dan penggunaannya harus sesuai dengan petunjuk teknis.
- Direktur RSUD Aceh Singkil: dr. Mardiana mengatakan bahwa pihaknya belum membuat usulan lantaran masih menunggu arahan pimpinan.
Dengan adanya Silpa yang mengendap, diharapkan RSUD Aceh Singkil dapat segera mengajukan usulan penggunaan anggaran tersebut untuk pembangunan MOT, sehingga pelayanan kesehatan di Aceh Singkil dapat terus meningkat.
