News
Bencana Hidrometeorologi Aceh: 543 Meninggal, 2,5 Juta Jiwa Terdampak
08 Januari 2026 10:21
Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh sejak akhir 2025 telah menyebabkan dampak yang sangat luas. Pemerintah Aceh telah merealisasikan Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp71,49 miliar untuk penanganan darurat, evakuasi korban, dan pemulihan infrastruktur.
Berdasarkan laporan Posko Terpadu Pemerintah Aceh, bencana ini telah terdampak di 18 kabupaten/kota, 200 kecamatan, dan 3.038 gampong. Jumlah warga terdampak mencapai 2.583.376 jiwa, dengan 543 korban meninggal dan 31 orang masih hilang. Selain itu, 144.866 unit rumah rusak, termasuk 44.353 unit rumah rusak berat atau hilang.
Dampak Bencana
- Korban jiwa: 543 meninggal, 4.939 luka ringan, 474 luka berat
- Pengungsi: 55.416 kepala keluarga atau 217.780 jiwa di 1.008 titik pengungsian
- Infrastruktur: 1.593 titik jalan dan 468 titik jembatan rusak
- Permukiman: 144.866 unit rumah rusak
- Pertanian: 53.519 hektare sawah, 27.620 hektare kebun, dan 39.910 hektare tambak rusak berat
Penanganan Pemerintah
Pemerintah Aceh telah mengalokasikan Rp80,97 miliar untuk BTT, dengan realisasi sebesar Rp71,49 miliar. Dana ini digunakan untuk penanganan darurat, evakuasi korban, penyediaan logistik pengungsian, pelayanan kesehatan, dan pemulihan awal infrastruktur terdampak bencana.
Dampak Jangka Panjang
Bencana ini berpotensi berdampak pada ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat dalam jangka panjang. Kerusakan pada sektor pertanian dan perikanan, serta infrastruktur, memerlukan upaya rehabilitasi dan rekonstruksi yang berkelanjutan untuk memulihkan kondisi masyarakat Aceh.
Pemerintah Aceh menegaskan bahwa penggunaan BTT dilakukan untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat dan tepat sasaran, sembari menyiapkan langkah lanjutan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana.
Langkah Selanjutnya
Pemerintah Aceh akan terus memantau dan mengevaluasi situasi untuk memastikan bahwa bantuan dan pemulihan dapat berjalan dengan efektif. Masyarakat diharapkan untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi dari pihak berwenang untuk menghindari risiko lebih lanjut.
