News
Jalan Gayo Lues–Aceh Tenggara Longsor, Kementerian PU Targetkan Normal 7 Januari
04 Januari 2026 11:15
Ruas jalan nasional penghubung Gayo Lues–Aceh Tenggara kembali terdampak longsor akibat curah hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat (2/1/2026) sore. Longsor susulan terjadi di sejumlah titik dan sempat mengganggu kelancaran lalu lintas masyarakat.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh bergerak cepat melakukan penanganan darurat guna memastikan konektivitas wilayah tetap terjaga. Alat berat dan personel tanggap darurat telah dimobilisasi ke lokasi terdampak.
Penanganan Darurat
- 8 unit excavator, 2 unit dozer, dan 4 unit loader dikerahkan untuk membersihkan material longsoran dan membuka kembali akses jalan.
- Segmen Tetumpun, Kecamatan Putri Betung, sepanjang kurang lebih 200 meter yang terdampak longsor telah berhasil difungsionalkan kembali pada Sabtu (3/1/2026) pukul 14.00 WIB.
- Segmen Tangsaran sepanjang sekitar 300 meter masih dalam proses penanganan.
- Segmen Begade sepanjang kurang lebih 60 meter sudah fungsional, dengan penanganan batuan menggunakan alat breaker.
Komitmen Kementerian PU
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemulihan konektivitas jalan menjadi prioritas utama pascabencana. "Konektivitas jalan dan jembatan adalah urat nadi kehidupan masyarakat dan perekonomian daerah. Karena itu, kami memastikan seluruh ruas jalan nasional di Aceh dapat dilalui. Penanganan kami percepat agar aktivitas masyarakat kembali normal," kata Menteri Dody.
Dengan upaya maksimal di lapangan, Ruas Jalan Gayo Lues–Aceh Tenggara ditargetkan kembali normal selambat-lambatnya pada 7 Januari 2026 pukul 15.00 WIB. Kementerian PU terus mengintensifkan penanganan infrastruktur konektivitas pascabencana di seluruh wilayah Aceh, dengan mengerahkan 811 personel gabungan dan 145 unit alat berat di berbagai titik terdampak bencana.
Langkah ini merupakan bentuk komitmen Kementerian PU dalam menjaga aksesibilitas dan keselamatan pengguna jalan, sekaligus mendukung pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak bencana.
