News
Relawan Psikososial Bantu Penyintas Banjir di Aceh Utara dan Bireuen
4 hari yang lalu
Banjir bandang yang melanda Aceh Utara dan Bireuen pada awal tahun 2025 meninggalkan dampak psikologis yang mendalam bagi para penyintas, terutama anak-anak dan remaja. Untuk membantu pemulihan trauma, Rumah Zakat (RZ) bekerja sama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Aceh dan Crisis Center Psychology (CCP) Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry mengirimkan sepuluh relawan psikososial.
Para relawan akan memberikan layanan di sepuluh sekolah dan sepuluh titik pengungsian di kedua kabupaten tersebut. Program ini dirancang untuk memberikan dukungan psikologis yang dibutuhkan oleh korban bencana, terutama mereka yang kehilangan harta benda atau anggota keluarga.
Layanan Psikososial untuk Penyintas Banjir
- Tujuan Utama: Memberikan dukungan psikologis bagi anak-anak dan remaja yang terdampak banjir.
- Lokasi Layanan: 10 sekolah dan 10 titik pengungsian di Aceh Utara dan Bireuen.
- Durasi Program: Satu minggu, dengan harapan dapat menjangkau sebanyak mungkin penyintas.
- Kerja Sama: Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Rumah Zakat, HIMPSI Aceh, dan CCP UIN Ar-Raniry.
Pentingnya Trauma Healing
Bencana alam tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga trauma psikologis yang dapat berdampak jangka panjang. Pendampingan psikososial diperlukan untuk membantu penyintas, terutama anak-anak, mengatasi rasa takut dan kehilangan. Harri Santoso, koordinator program, menekankan bahwa trauma healing adalah bagian penting dari proses pemulihan pasca-bencana.
Dengan adanya layanan ini, diharapkan penyintas banjir dapat lebih cepat pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa. Program ini juga menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara organisasi sosial dan institusi pendidikan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Aceh yang terdampak bencana.
Dampak Jangka Panjang
Layanan psikososial tidak hanya membantu penyintas dalam jangka pendek, tetapi juga memberikan bekal untuk menghadapi masa depan. Anak-anak dan remaja yang mendapatkan dukungan psikologis diharapkan dapat lebih tangguh dan siap menghadapi tantangan kehidupan. Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemulihan jangka panjang yang dilakukan oleh berbagai pihak di Aceh.
