News
Banjir Bireuen: 18 Rumah Hilang, 50 Jiwa Mengungsi Jelang Ramadhan
6 jam yang lalu
Banjir yang melanda Desa Tingkeum Manyang, Kecamatan Kutablang, Bireuen, meninggalkan dampak parah bagi warga setempat. Sebanyak 18 unit rumah hilang, 13 unit rusak berat, dan 74 unit rusak ringan, memaksa 50 jiwa mengungsi. Selain kerusakan rumah, banjir juga merusak puluhan ruko dan doorsmeer, serta dua unit pompa air sawah yang vital untuk irigasi pertanian.
Salah satu korban, Anwar (50), kehilangan rumahnya yang ditempati bersama istrinya, Rosnidar, dan tiga anaknya. Rosnidar mengungkapkan harapannya yang pupus melihat rumahnya hanyut, sementara mereka berjuang menjelang Ramadhan. Dapur umum masih dibuka untuk membantu para pengungsi yang kehilangan tempat tinggal.
Dampak Banjir di Bireuen
- 18 rumah hilang dan 13 rumah rusak berat, memaksa warga mengungsi.
- 74 rumah rusak ringan, menambah beban pemulihan pascabanjir.
- Puluhan ruko dan doorsmeer rusak, mengganggu aktivitas ekonomi lokal.
- Dua pompa air sawah hancur, mengancam pasokan air untuk pertanian.
- 50 jiwa mengungsi, dengan dapur umum masih beroperasi untuk membantu korban.
Banjir ini tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga mengancam mata pencaharian warga, terutama petani yang bergantung pada pompa air untuk irigasi. Pemulihan pascabanjir menjadi prioritas, terutama menjelang Ramadhan, di mana banyak keluarga membutuhkan tempat tinggal yang layak dan akses ke kebutuhan dasar.
Tantangan Pemulihan
- Kehilangan tempat tinggal menjelang Ramadhan menambah kesulitan bagi korban.
- Kerusakan infrastruktur pertanian dapat berdampak pada pasokan pangan lokal.
- Dukungan dari pemerintah dan masyarakat diperlukan untuk mempercepat pemulihan.
Warga berharap bantuan segera datang untuk membangun kembali rumah dan infrastruktur yang rusak, serta memulihkan kehidupan mereka yang terganggu oleh bencana ini.
Harapan Warga
- Pemulihan rumah dan infrastruktur menjadi prioritas utama.
- Bantuan untuk pengungsi agar dapat menjalani Ramadhan dengan layak.
- Pemulihan sektor pertanian untuk menjamin ketahanan pangan lokal.
