Di Beutong Ateuh, Aceh, ratusan warga berkumpul di jembatan penyeberangan pada Selasa, 12 Mei 2026 untuk menolak rencana pertambangan yang dikabarkan akan dilakukan oleh tiga perusahaan. Mereka menegaskan bahwa wilayah ini sudah longtime dikenal sebagai daerah rawan bencana dan tidak boleh ditambang.
Tokoh masyarakat, ulama, dan kelompok perempuan menyampaikan persamaan penolakan, mencabut izin yang sudah ada dan menegaskan penolakan total terhadap aktivitas tambang di masa depan.
Latar Rakyat dan Risiko Bencana
- Dua gampong di Beutong Ateuh musnah akibat bencana sebelumnya.
- Tiga perusahaan yang disebut: PT Cempaka Wangi, PT Bumi Sembada, dan PT BME.
- Aksi menuntut pencabutan izin tambang yang telah diberikan.
- Tokoh ulama Tgk Malikul Aziz menyatkan Pemerintah harus mendengar suara rakyat.
- Perempuan Beutong Bersatu menyatakan siap mengorbankan nyawa jika tambang dipaksakan.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaPetani Aceh Timur Harapkan Solusi Lahan PT Bumi Flora lewat Mediasi
Dalam kesempatan itu, kata dia, masing-masing perwakilan sudah diberikan kesempatan untuk menyampaikan apa yang menjadi aspirasinya.
Warga Aceh Menanti Respons Gubernur Soal Cabut JKA","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":80,"Evidence":65,"LongTermValue":70,"Education":55,"FinalScore":77,"Summary":"Massa aksi menolak Pergub
Pantauan Serambinews.com di lokasi, jumlah massa yang bertahan hingga malam ini terlihat lebih sedikit dari massa yang hadir pada siang tadi.
Ibu Aceh Singkil Raih Panen Bawang Merah Via Benih Biji","PublicImpact":9,"Credibility":9,"Urgency":6,"Evidence":7,"LongTermValue":9,"Education":7,"FinalScore":83,"Summary":"Pemkab Aceh Singkil kolab
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil berkolaborasi dengan NGO mitra pembangunan berhasil mengembangkan budidaya bawang merah
Empati Warga Pidie Jaya: USK Kirim 1.050 Mahasiswa Bantu Bangun Usaha
PIDIE JAYA - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Wamendiktisaintek) Prof. Stella Christie, Ph.D., mengapresiasi...


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.