News
Satgas Rehab-Rekon Aceh: Posko di Lokasi Bencana untuk Pemulihan Cepat
07 Januari 2026 15:33
Pemerintah membentuk Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas Percepatan Rehab-Rekon) Pascabencana untuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Presiden menunjuk Mendagri Tito Karnavian sebagai ketua, dengan prioritas utama membangun hunian layak agar pengungsi cepat pulang. Namun, pertanyaan muncul: apakah Satgas akan bekerja dari Jakarta atau langsung di lokasi bencana?
Per 20 Desember 2025, pengungsi di tiga provinsi masih mencapai 510.528 orang, dengan 483.691 di Aceh. Korban meninggal 1.090 jiwa, sementara 186 orang dilaporkan hilang. Estimasi pemulihan mencapai Rp59,25 triliun, dengan Rp33,75 triliun dialokasikan untuk Aceh.
Kebutuhan dan Tantangan
- Posko di Lokasi Bencana: Satgas diharapkan berkantor di lokasi bencana untuk memastikan keputusan berdasarkan data real time dan kebutuhan korban.
- Transparansi dan Akuntabilitas: Pemerintah perlu memasang papan informasi publik di posko, menyediakan kanal pengaduan yang efektif, dan menyatukan data penerima bantuan lintas kementerian.
- Pemulihan Ekologi: Rehab-rekon harus memasukkan pemulihan ekologi untuk mencegah bencana serupa di masa depan.
- Risiko Korupsi dan Politik: Satgas harus menolak godaan korupsi dan politik dengan bekerja terbuka dan mengunci keputusan pada kebutuhan korban.
Harapan dan Tantangan
Pemulihan pascabencana bukan hanya tentang membangun kembali fisik, tetapi juga memulihkan martabat manusia dan layanan publik. Negara diuji oleh keberaniannya menaruh pusat kendali di tempat paling menyakitkan—di lokasi bencana—agar tidak bisa lagi berdalih "tidak tahu".
Dengan anggaran yang besar dan kebutuhan yang mendesak, Satgas Rehab-Rekon Aceh memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan pemulihan yang efektif, transparan, dan berkelanjutan. Keberhasilan Satgas akan diukur dari pemulihan martabat manusia dan layanan publik yang kembali berfungsi, serta alam yang berhenti diperas sampai murka tak menghampiri lagi.
Pemulihan pascabencana adalah proyek kepercayaan. Ia bisa menyembuhkan luka—atau memelihara sinisme. Karena itu, etika harus menjadi konstruksi utama Satgas. Ingat pesan Kuntoro Mangkusubroto: "Jika ingin dipakai Tuhan, jangan pernah kotori tangan ini."
