News
Nasi Siap Saji Tahan Setahun dari USK untuk Korban Bencana Aceh
03 Januari 2026 13:00
Satuan Tugas Universitas Syiah Kuala (Satgas USK) melalui Tim Ketahanan dan Keamanan Pangan menyiapkan serta mendistribusikan makanan siap saji berdaya simpan panjang bagi masyarakat di wilayah terdampak bencana. Program ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan USK dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pangan dasar pada situasi darurat.
Ketua Tim Ketahanan dan Keamanan Pangan Satgas USK, Satriana, mengatakan ketersediaan makanan siap saji sangat krusial di kawasan bencana yang umumnya mengalami keterbatasan fasilitas memasak dan akses bahan pangan.
Detail Program
- Menu yang diproduksi: nasi uduk dan nasi liwet dengan masa simpan minimal satu tahun. Nasi uduk disajikan bersama lauk ikan teri Medan dan telur orak-arik, sementara nasi liwet dilengkapi dengan ayam suwir.
- Proses produksi: higienis, efisien, dan terukur untuk meminimalkan pemborosan pangan serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya dalam jangka panjang.
- Kolaborasi: Program ini hasil kolaborasi dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Nomor 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Dampak dan Tujuan
- Dampak langsung: Makanan siap saji ini praktis dan memenuhi kebutuhan gizi dasar bagi korban bencana di Aceh.
- Tujuan jangka panjang: Memastikan bantuan pangan selalu tersedia dan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan, serta memperkuat sistem pangan darurat nasional.
Ketua Satgas USK, Prof. Syamsidik, menegaskan keberlanjutan program tersebut merupakan hasil kolaborasi antarpenguruan tinggi dalam memperkuat sistem pangan darurat nasional. "Melalui skema ini, produksi pangan darurat dapat dilakukan secara berkelanjutan dan terstandar," ujarnya.
Program ini diharapkan dapat mendukung respons kebencanaan dan memenuhi kebutuhan pangan dasar masyarakat Aceh pada situasi darurat, serta sejalan dengan penerapan SDGs untuk konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Fakta Penting
- Masa simpan: satu tahun untuk nasi uduk dan nasi liwet.
- Lauk pendamping: ikan teri Medan, telur orak-arik, dan ayam suwir.
- Standar produksi: higienis, efisien, dan terukur.
- Kolaborasi: dengan Institut Pertanian Bogor (IPB).
- Tujuan: mendukung pemenuhan kebutuhan pangan dasar pada situasi darurat dan sejalan dengan SDGs Nomor 12.
