News
Satgas USK Produksi Nasi Siap Saji untuk Korban Bencana di Aceh
03 Januari 2026 20:49
Satuan Tugas Universitas Syiah Kuala (Satgas USK) melalui Tim Ketahanan dan Keamanan Pangan terus mempersiapkan dan mendistribusikan makanan siap saji tahan lama (long shelf-life ready-to-eat meals) bagi masyarakat di wilayah terdampak bencana di Aceh. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan USK dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pangan dasar pada situasi darurat.
Ketua Tim Ketahanan dan Keamanan Pangan Satgas USK, Dr Satriana, menyampaikan bahwa ketersediaan makanan siap saji sangat krusial di daerah bencana yang umumnya mengalami keterbatasan fasilitas memasak dan akses bahan pangan. Menurutnya, pangan darurat harus memenuhi aspek keamanan, kepraktisan, dan daya simpan yang memadai.
Program dan Kolaborasi
- Program penyediaan makanan siap saji ini sebelumnya dikembangkan oleh tim ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan kemudian dilanjutkan oleh Tim USK melalui skema alih pengetahuan.
- Tim USK telah mengikuti pelatihan yang mencakup proses pengolahan, pengemasan, hingga penerapan standar keamanan pangan, sehingga produksi dapat dilakukan secara mandiri dan terstandar.
Menu Makanan Siap Saji
- Nasi uduk disajikan bersama lauk ikan teri Medan dan telur orak-arik.
- Nasi liwet dilengkapi dengan ayam suwir.
- Seluruh menu dirancang agar praktis dikonsumsi tanpa memerlukan peralatan dapur yang memadai, sekaligus tetap memenuhi kebutuhan gizi dasar.
Keberlanjutan Program
- Ketua Satgas USK, Prof Dr Syamsidik, S.T., M.Sc., menegaskan bahwa keberlanjutan program ini merupakan hasil kolaborasi antarpenguruan tinggi yang saling mendukung dalam penguatan sistem pangan darurat.
- Satgas USK berupaya memastikan bantuan pangan selalu tersedia dan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Program ini diharapkan dapat mendukung sistem pangan darurat di Aceh dan memastikan bahwa masyarakat yang terdampak bencana dapat memperoleh makanan yang aman dan bergizi.
Dampak Jangka Panjang
- Program ini tidak hanya memberikan bantuan langsung kepada korban bencana, tetapi juga memperkuat sistem pangan darurat di Aceh.
- Dengan adanya kolaborasi antarpenguruan tinggi, diharapkan produksi pangan darurat dapat dilakukan secara berkelanjutan dan terstandar.
