Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Polres Bireuen Bersihkan SDN 2 Kutablang dari Lumpur Pasca Banjir

2 jam yang lalu

Banjir bandang yang melanda Kabupaten Bireuen beberapa waktu lalu meninggalkan dampak luas, khususnya terhadap sektor pendidikan. SD Negeri 2 Kutablang di Desa Lhoknga, Kecamatan Kutablang, menjadi salah satu sekolah yang mengalami kerusakan parah dan dipenuhi lumpur.

Meski pembersihan telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu, kondisi sekolah tersebut hingga kini masih belum sepenuhnya bersih. Melihat situasi itu, jajaran Polres Bireuen turun tangan melakukan gotong royong membersihkan endapan lumpur di SDN 2 Kutablang.

Kondisi Sekolah Pasca Banjir

  • SDN 2 Kutablang penuh endapan lumpur dengan ketebalan mencapai sekitar setengah meter di ruang kelas.
  • Semua barang di sekolah habis, mulai dari buku, mobiler, hingga LCD.
  • Aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut belum dapat dilaksanakan.

Upaya Pembersihan

  • Kegiatan pembersihan dipimpin oleh Kasat Samapta Polres Bireuen AKP Zulkifli Harahap, S.Sos, bersama Kasat Polairud AKP Slamet Rezki, S.H., serta puluhan personel lainnya.
  • Para personel bersama para guru bahu-membahu membersihkan lumpur tebal menggunakan berbagai peralatan, seperti kereta sorong, cangkul, sekop, mesin pompa air, dan alat pembersih lantai karet.

Dampak Banjir di Sekolah Lain

  • 52 SD dan 44 SMP mengalami kerusakan.
  • 122 taman kanak-kanak terdampak.
  • 54 Madrasah Ibtidaiyah (MI) negeri dan 2 MI swasta rusak.
  • 10 MTs negeri dan 2 MTs swasta terdampak.
  • 6 Madrasah Aliyah (MA) negeri, 4 MA swasta, dan 2 Raudhatul Athfal (RA) ikut terimbas banjir.

Tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari ringan hingga rusak berat. Sebagian besar ruang belajar hanya menyisakan bangunan, sementara seluruh fasilitas di dalamnya rusak akibat banjir.

Tujuan Pembersihan

Kegiatan tersebut bertujuan mempercepat pemulihan fasilitas umum pascabencana, termasuk sarana pendidikan, serta memperkuat sinergi lintas sektor dalam penanganan dampak banjir.

Kesaksian Kepala Sekolah

Kepala SDN 2 Kutablang, Syarifah Nazariah, mengungkapkan kondisi sekolahnya sangat memprihatinkan. "Sekolah kami penuh endapan lumpur, rusak, dan kembali ke nol. Semua barang habis, mulai dari buku, mobiler, hingga LCD. Kami harus memulai lagi dari awal," ujarnya.

Ia menambahkan, meski para guru telah berupaya membersihkan sekolah sejak lama, ketebalan lumpur yang mencapai sekitar setengah meter di ruang kelas membuat proses pembersihan menjadi sangat berat.

Polres Bireuen Bersihkan SDN 2 Kutablang dari Lumpur Pasca Banjir