News
BMKG Prediksi 6 Wilayah Aceh Tanpa Hujan 18-20 Januari 2026, Warga Diminta Waspada Cuaca Panas
6 jam yang lalu
Cuaca di enam wilayah Aceh diprediksi tidak akan mengalami hujan selama tiga hari ke depan. BMKG Stasiun Meteorologi Malikussaleh Aceh Utara memprediksi bahwa Bener Meriah, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Langsa akan mengalami cuaca berawan hingga cerah berawan dari 18 hingga 20 Januari 2026.
Suhu di wilayah-wilayah tersebut diprediksi berkisar antara 24-34 derajat Celsius, dengan Bener Meriah memiliki suhu yang sedikit lebih rendah, yaitu 16-28 derajat Celsius. Kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan dan aktivitas sehari-hari warga, terutama bagi mereka yang bekerja di luar ruangan.
Dampak Cuaca Kering
- Kesehatan: Cuaca panas dapat meningkatkan risiko dehidrasi dan heatstroke, terutama bagi anak-anak dan lansia.
- Aktivitas Pertanian: Petani diimbau untuk mengatur jadwal irigasi dan memastikan tanaman mendapatkan cukup air.
- Kegiatan Sehari-hari: Warga disarankan untuk menggunakan pelindung matahari dan menjaga hidrasi tubuh.
Rekomendasi BMKG
- Hidrasi: Minum air yang cukup untuk menghindari dehidrasi.
- Pakaian: Gunakan pakaian yang nyaman dan melindungi dari sinar matahari.
- Aktivitas Luar Ruangan: Batasi aktivitas di luar ruangan pada siang hari ketika suhu mencapai puncaknya.
Informasi ini penting bagi masyarakat Aceh untuk mempersiapkan diri menghadapi kondisi cuaca yang kering dan panas. Warga diharapkan dapat mengambil langkah-langkah preventif untuk menjaga kesehatan dan keselamatan selama periode ini.
Dengan memahami prediksi cuaca ini, diharapkan masyarakat dapat lebih siap dan waspada terhadap dampak yang mungkin timbul dari cuaca panas yang berkepanjangan. BMKG terus memantau perkembangan cuaca dan akan memberikan pembaruan jika terdapat perubahan signifikan.
Kondisi cuaca yang kering ini juga dapat berdampak pada kualitas udara dan meningkatkan risiko kebakaran hutan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan jika menemukan titik api atau asap yang mencurigakan.
Dengan demikian, masyarakat Aceh dapat lebih siap menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi diri dan lingkungan sekitar.
