News
Warga Rantau Panjang Butuh Meunasah dan Air Bersih Jelang Ramadhan
4 jam yang lalu
Warga Gampong Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, sedang menghadapi kesulitan menjelang bulan suci Ramadhan. Banjir yang melanda akhir tahun 2025 telah merusak mushala yang digunakan sebagai tempat ibadah, serta pipa air yang menyediakan air bersih bagi warga. Saat ini, warga terpaksa tinggal di tenda darurat dan kesulitan mendapatkan air bersih.
Masjid utama desa yang sedang dalam pembangunan juga terhenti akibat bencana tersebut. Keuchik Rantau Panjang, Said Ridwan, menyatakan bahwa warga sangat membutuhkan rumah ibadah sementara dan sumur bor air bersih. Bantuan dari relawan dan komunitas offroad seperti Xtrim Langsa telah diberikan, namun kebutuhan dasar warga masih belum terpenuhi.
Dampak Banjir
- 60 rumah dan mushala rusak parah akibat banjir.
- Lahan pertanian seperti nilam dan pohon durian hilang, mengurangi sumber mata pencaharian warga.
- Pipa air yang menyediakan air bersih dari Gunung Bendahara hanyut dibawa banjir.
Kebutuhan Mendesak
- Meunasah sebagai tempat ibadah sementara menjelang Ramadhan.
- Sumur bor air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga.
- Bantuan lebih lanjut dari pemerintah daerah atau pihak lainnya untuk pemulihan pasca-bencana.
Warga Rantau Panjang berharap agar kebutuhan dasar mereka dapat segera terpenuhi, sehingga mereka dapat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan dengan tenang dan nyaman. Bantuan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses pemulihan dan pembangunan kembali desa yang terdampak banjir.
Bantuan dari Komunitas
- Komunitas pecinta mobil offroad Xtrim Langsa telah memberikan bantuan berupa beras, sayur-mayur, dan jajanan anak-anak.
- Perjalanan menuju Rantau Panjang yang sebelumnya memakan waktu 10 jam, kini dapat ditempuh dalam 6 jam berkat perbaikan jalur darat.
- Bantuan dari relawan ustadz dari Jawa Timur membantu mengalirkan air dari gunung, meskipun belum mencukupi kebutuhan seluruh warga.
Dengan kondisi yang masih sulit, warga Rantau Panjang berharap agar pemerintah dan masyarakat luas dapat memberikan perhatian dan bantuan lebih lanjut untuk pemulihan pasca-bencana.
