News
Banjir dan Longsor di Aceh Hilangkan Beberapa Desa, Warga Mengungsi
06 Januari 2026 18:20
Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh telah menyebabkan beberapa desa dan dusun hilang. Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh melaporkan bahwa banyak pemukiman lenyap akibat terseret arus banjir dan longsor, sehingga tidak lagi dapat dihuni.
Desa dan dusun yang terdampak tersebar di tujuh kabupaten, yakni Aceh Tamiang, Aceh Utara, Nagan Raya, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Pidie Jaya. Warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman atau ke rumah kerabat.
Dampak Bencana
- Aceh Tamiang: Beberapa desa di Kecamatan Sekerak seperti Lubuk Sidup, Sekumur, Tanjung Gelumpang, Sulum, dan Baling Karang dilaporkan sudah tidak ada.
- Aceh Utara: Satu dusun di Desa Guci serta wilayah Riseh Teungoh, Riseh Baroh, dan Dusun Rayeuk Pungkie juga dinyatakan hilang.
- Nagan Raya: Desa Beutong Ateuh Banggalang mengalami kerusakan parah hingga sebagian besar permukiman tidak tersisa.
- Aceh Tengah: Desa Bintang Pupara dan Kalasegi hanya menyisakan beberapa rumah dengan kondisi rusak berat.
- Gayo Lues: Sejumlah desa dan dusun di Kecamatan Pantan Cuaca, Blangkejeren, Tripe Jaya, dan Putri Betung dilaporkan hilang.
- Aceh Tenggara: Satu dusun di Kecamatan Ketambe dinyatakan hilang.
- Pidie Jaya: Satu dusun di Desa Blang Awe mengalami kondisi yang sama.
Langkah Penanganan
Pemerintah Aceh bersama pemerintah kabupaten terus melakukan pendataan lanjutan serta menyiapkan langkah penanganan. Rencana relokasi warga dan pembangunan hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap) bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal sedang disiapkan.
Dampak Jangka Panjang
Bencana ini tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik, tetapi juga mengganggu aktivitas pemerintahan desa di wilayah terdampak. Seluruh perangkat desa ikut mengungsi bersama masyarakat, sehingga aktivitas pemerintahan tidak dapat berjalan secara normal.
Nilai Edukasi
Bencana ini mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di wilayah Aceh. Masyarakat diharapkan dapat lebih waspada dan siap menghadapi bencana alam yang dapat terjadi kapan saja.
