News
Empat Bulan Pasca Banjir, SDN 10 Linge Masih Tertimbun Lumpur
4 jam yang lalu
Empat bulan setelah banjir menerjang, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 10 Linge Kemukiman Wihni Dusun Jamat, Kampung Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, masih tertimbun lumpur. Aktivitas belajar mengajar terhenti karena tenda darurat yang digunakan ambruk dan dinilai membahayakan keselamatan siswa.
Kepala SD Negeri 10 Linge, Nurdinsyah, menyatakan bahwa kegiatan belajar di Reje Payung dan Dusun Uken Banyu dihentikan sementara. Sebagai solusi, kegiatan belajar dipindahkan ke tenda lain di Dusun Jamat, namun lokasi tersebut tidak menjangkau seluruh siswa, sehingga sebagian anak terpaksa kehilangan akses pendidikan.
Kondisi Sekolah Pasca Banjir
- Bangunan sekolah masih tertimbun lumpur dan potongan kayu berserakan.
- Tenda darurat ambruk dan dinilai tidak aman untuk anak-anak.
- Kegiatan belajar mengajar terhenti di lokasi utama sekolah.
- Solusi sementara dengan memindahkan kegiatan belajar ke tenda lain di Dusun Jamat, namun tidak menjangkau seluruh siswa.
Kritik dari Tokoh Masyarakat
- Sertalia, tokoh masyarakat setempat, menilai pemerintah abai terhadap hak pendidikan anak-anak di wilayah terdampak.
- Ia menyoroti kunjungan pejabat daerah yang dinilai tak berbanding lurus dengan perbaikan kondisi di lapangan.
- Kondisi serupa juga dialami SMP dan SMA di kawasan tersebut, dengan ruang kelas masih dipenuhi lumpur dan fasilitas pendidikan belum tersentuh perbaikan berarti.
Akses Menuju Kampung
- Jembatan darurat yang menghubungkan ke Reje Payung dalam kondisi rawan dan membahayakan siswa yang harus melintas setiap hari.
- Empat bulan setelah bencana, pendidikan di Linge masih berjalan pincang bahkan nyaris terhenti.
- Pemerintah belum mampu memastikan ruang kelas yang layak bagi anak-anak yang terdampak.
