Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

4.943 Hektare Tambak di Bireuen Rusak Akibat Banjir, 4.717 Pelaku Usaha Terdampak

6 hari yang lalu

Banjir bandang yang melanda Kabupaten Bireuen telah menyebabkan kerusakan parah pada sektor perikanan, khususnya tambak. Luas tambak yang rusak mencapai 4.943 hektare, dengan berbagai tingkat kerusakan dari ringan hingga berat. Kerusakan ini tidak hanya mempengaruhi tambak, tetapi juga infrastruktur pendukung seperti jembatan, saluran, dan unit pengolahan ikan.

Menurut Kepala Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan Bireuen, Ir M Jafar MM, banjir ini telah merusak berbagai komoditas tambak seperti udang, nila, lele, bandeng, kakap, dan kerapu. Selain itu, 644 nelayan terdampak dengan kerusakan pada kapal, perahu, dan alat tangkap mereka. Kerusakan juga melanda Unit Pengolahan Ikan (UPI) dan Unit Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGaR).

Dampak Banjir pada Sektor Perikanan

  • Luas tambak rusak: 4.943 hektare dengan rincian:

    • Rusak berat sekali: 311,99 hektare
    • Rusak berat: 695,37 hektare
    • Rusak sedang: 1.321,02 hektare
    • Rusak ringan: 2.614,95 hektare
  • Infrastruktur rusak:

    • 19 jembatan pada ruas jalan untuk usaha tambak putus
    • Saluran sepanjang 170,87 Km rusak
    • 1 unit Balai Benih Ikan (BBI) rusak
    • 2 unit hatchery skala rumah tangga rusak
    • Jalan produksi lingkungan budidaya ikan sepanjang 8.376 meter rusak
    • 3 unit pembenihan rakyat hancur
  • Nelayan terdampak: 644 orang dengan kerusakan:

    • Kapal, perahu, dan motor rusak berat: 110 unit
    • Alat tangkap rusak dan hilang: 415 unit
  • Unit pengolahan terdampak:

    • Unit Pengolahan Ikan (UPI): 7 unit
    • Unit Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGaR): 228 unit
    • Lahan garam terdampak: 1000 meter

Upaya Pemulihan

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono, bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan dan Pertanian, Zulkifli Hasan, dan Menteri Perdagangan, Dr Budi Santoso MSi, telah berkunjung ke Desa Alue Kuta Jangka untuk melihat langsung dampak banjir. Mereka berharap segera ada skema penanganan untuk membantu pemulihan perekonomian petani tambak.

Salah satu upaya yang sedang dilakukan adalah program pemberdayaan petani tambak melalui pekerjaan normalisasi saluran tersumbat. Program ini bertujuan untuk memberikan penghasilan kepada masyarakat setempat menjelang bulan suci Ramadhan. Menteri KKP juga menjanjikan bantuan jadup untuk segera terealisasi.

Dengan kerusakan yang luas dan dampak yang signifikan terhadap sektor perikanan, upaya pemulihan dan bantuan dari pemerintah sangat dibutuhkan untuk membantu petani tambak dan nelayan di Bireuen bangkit kembali.

4.943 Hektare Tambak di Bireuen Rusak Akibat Banjir, 4.717 Pelaku Usaha Terdampak
0123456789