News
Sembilan Madrasah di Bireuen Masih Berlumpur, Belajar Dimulai 5 Januari
03 Januari 2026 20:20
Banjir bandang yang melanda Bireuen pada akhir November 2024 meninggalkan dampak yang cukup parah bagi sektor pendidikan di wilayah tersebut. Sebanyak 86 madrasah terdampak dengan tingkat kerusakan yang bervariasi, mulai dari rusak berat hingga terendam endapan lumpur. Hingga awal Januari 2025, sembilan madrasah masih dipenuhi lumpur dan mengalami kerusakan berat, namun proses belajar mengajar diupayakan tetap berlangsung mulai 5 Januari 2025.
Kepala Kankemenag Bireuen, Dr H Zulkifli SAg MPd, melalui Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad), Anis SAg, menyatakan bahwa meski kondisi belum sepenuhnya pulih, upaya untuk memulai proses belajar mengajar tetap dilakukan. Beberapa ruang kelas yang telah dibersihkan akan dimanfaatkan sebagai ruang belajar darurat, dan mobiler yang masih layak pakai akan dikirimkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Dampak Banjir pada Madrasah
- 86 madrasah terdampak dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.
- Sembilan madrasah masih dipenuhi lumpur dan mengalami kerusakan berat.
- MIN 43 (MIN Cot Ara), Jangka
- MIN 47 (MIN Punjot), Jangka
- MIN 10 Lueng Daneun, Peusangan Siblah Krueng
- MIN 48 Alue Kuta, Jangka
- MIN 3 Kuta Baro, Peusangan
- MTsN 11 Bireuen (Krueng Panjoe), Kutablang
- MTsN Lueng Daneun, Peusangan Siblah Krueng
- MTsN 1 Bireuen, Gandapura
- MAN 5 Bireuen, Gandapura
Upaya Pemulihan
- Mobiler yang masih layak pakai akan dikirimkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
- Genset dan alat berat telah disediakan untuk membersihkan lingkungan sekolah.
- 1.000 tas sekolah telah dipesan dan akan segera disalurkan ke sekolah-sekolah yang paling terdampak.
Kebijakan untuk Siswa
- Siswa yang kehilangan seragam sekolah diperbolehkan menggunakan pakaian nonseragam.
- Kankemenag Bireuen menyediakan tas sekolah bagi siswa terdampak.
Upaya pemulihan masih terus dilakukan untuk memastikan kelancaran pendidikan di Bireuen. Kankemenag Bireuen berharap bahwa proses belajar mengajar dapat berjalan sebisa mungkin dengan segala keterbatasan yang ada.
