News
Seratusan Pramuka Bireuen Bersihkan MIN 43 Pasca Banjir Bandang
4 hari yang lalu
Banjir bandang yang melanda Bireuen meninggalkan kerusakan parah di beberapa fasilitas publik, termasuk Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 43 Bireuen. Seratusan anggota Pramuka Kwarcab Bireuen turun tangan membersihkan lumpur tebal yang memenuhi halaman dan ruangan madrasah. Pembersihan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk bantuan dari Pramuka Lamongan.
Kepala MIN 43 Bireuen, Fajriani SAg MPd, menyatakan bahwa ketinggian air saat banjir bandang mencapai 2.5 meter, menyebabkan seluruh peralatan sekolah rusak. Pembersihan telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu dengan melibatkan wali murid, warga desa, dan jajaran Kankemenag. Meski ruangan secara umum sudah bersih dan proses belajar dapat dilakukan kembali, pembersihan belum 100% selesai.
Dampak Banjir Bandang
- 11 anggota Pramuka Bireuen terdampak banjir dan mendapat perhatian dari pengurus Pramuka Bireuen.
- Ketinggian air mencapai 2.5 meter, menyebabkan kerusakan parah pada fasilitas madrasah.
- Seluruh peralatan sekolah rusak, termasuk pagar roboh dan pintu gerbang lepas.
Gotong Royong Membersihkan Madrasah
- Seratusan anggota Pramuka Bireuen terlibat dalam pembersihan lumpur tebal.
- Bantuan dari Pramuka Lamongan berupa kereta sorong, sekop, dan peralatan kebersihan lainnya.
- Kankemenag Bireuen juga membantu dengan memberikan tas bagi murid madrasah.
Proses Belajar Kembali Berjalan
- Ruangan secara umum sudah bersih, memungkinkan proses belajar dilakukan kembali.
- Pembersihan belum 100% selesai, namun upaya terus dilakukan untuk memulihkan kondisi madrasah.
Dengan semangat gotong royong dan bantuan dari berbagai pihak, MIN 43 Bireuen perlahan pulih dari dampak banjir bandang. Upaya pembersihan dan pemulihan terus dilakukan untuk memastikan proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik dan aman bagi seluruh siswa dan guru.
Kisah ini menjadi bukti nyata bagaimana masyarakat Bireuen bersatu dalam menghadapi bencana dan bekerja sama untuk memulihkan fasilitas pendidikan yang vital bagi masa depan anak-anak Aceh.
